• Serambi
  • Hubungi
  • Tentang
  • Penyangkalan

Sekolah Saham

Trading & Investasi

  • Analisis
    • Fundamental
    • Teknikal
      • Candlestick
      • Chart Patterns
      • Line Chart
      • MACD
      • MFI
      • Moving Average
      • Stochastic Oscillator
      • Support/Resistance
      • Trendline
  • Sistem Trading
  • Catatan Trading
  • Rekomendasi
    • Rekomendasi Mingguan
    • Watchlist Bulanan
  • Indeks
    • LQ45
    • Pefindo25
  • Umum
    • Investasi
    • Trading
    • Makro
    • Filosofi
    • BEI
    • Aplikasi
You are here: Home / Umum / Kompetisi Bisnis

Kompetisi Bisnis

May 31, 2016 By Lingga

Rekreasi itu perlu untuk penyegaran. Perlu sebagai cara untuk dapat kembali menjalankan rutinitas dengan ide-ide baru. Demikian juga dalam hal menulis tentang saham. Perlu juga sekali-sekali menulis hal diluar saham agar bisa kembali menulis tentang saham dalam perspektif yang lebih segar. Inilah sedang dilakukan Sekolah Saham dalam artikel ini.

Ini adalah artikel rekreasional yang membahas bukan tentang saham secara khusus. Tapi ya  tetap, tidak terlalu menyimpang dari saham sih. Masih cukup erat kaitannya. Kali ini akan dibahas tentang bisnis. Tepatnya tentang kompetisi dalam  bisnis. Kompetisi dalam bisnis seharusnya memang dipelihara. Bukan dihilangkan.

Memang sih. Bagi pemilik bisnis enaknya  dihilangkan. Tanpa kompetisi dari bisnis sejenis, sepertinya yang didepan mata hanya untung, untung, dan untung. Bayangkan saja. Tanpa kompetisi berarti kita bisa menerapkan harga seenaknya dan juga banyak hal lain seenak udel. Tidak perlu khawatir ditinggalkan ketika menaikkan harga dengan kualitas produk yang seadanya.

Kelihatannya surga banget bukan? Tapi hati-hati.  Ini hanya kelihatannya saja. Tanpa kompetisi, lambat laun bisnis itu akan mati dengan sendirinya. Entah karena ditinggalkan pelanggan (karena kualitas benar-benar sudah tidak dapat diterima) atau (pada akhirnya) muncul kompetitor yang (karena terlalu lama tanpa kompetisi) tidak siap dihadapi.

kompetisi bisnis

Jadi, secara umum, dapat dikatakan bahwa menutup pintu kompetisi itu sebaiknya jangan pernah menjadi tujuan. Jangan pernah  mengandalkan proteksi untuk sebuah bisnis. Percayalah itu adalah awal kematian dari sebuah bisnis — entah mati pelan-pelan atau mati mendadak. Kompetisi adalah sumber utama inovasi.

Dan jelas, tanpa inovasi Bisnis akan stagnan dan akhirnya (pasti) mati. Jadi, menghilangkan kompetisi sama saja dengan mematikan inovasi. Inovasi yang menjadi nyawa sebuah bisnis. Memang dalam jangka pendek, hilangnya kompetitor akan sangat menguntungkan bisnis. Seperti yang sudah dibahas ada paragraf awal.

Namun, dalam jangka panjang, efeknya akan sangat merusak. Untuk lebih jelas melihat jeleknya efek tanpa kompetisi ini (proteksi), mari kita lihat bebrapa contoh. Contohnya adalah PLN (Perusahaan Gas Negara), Telkom (Telekomunikasi Indonesia), dan Pertamina (Perusahaan Minyak Negara.

Perusahan milik negara yang dikenal luas. Sekilas, perusahaan-perusahaan tersebut tidak ada masalah. Perusahaan-perusahaan tersebut tampak terus membesar. Menjadi idaman para pencari kerja tentunya. Tapi jika dilihat lebih teliti. Perusahaan-perusahaan tersebut mengalami efek buruk dari proteksi — atau setidaknya pernah mengalami.

PLN jelas. Kinerja keuangannya buruk. Merugi terus. Padahal jelas benar-benar penguasa tunggal pasar dalam distribusi listrik. Mereka benar-benar bergerak tanpa kompetisi. Tapi kok ya merugi. Itulah efek jelek dari proteksi yang membunuh sesuatu yang penting dari bisnsis. Secara awam saja jelas terlihat ada yang salah pada perusahaan ini.

Sekarang mari lihat Pertamina. Kelihatannya sih baik-baik saja. Bahkan perusahaan ini dapat disebuat salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Tapi jika dilihat potensinya. Jelas kondisi sekarang tidak baik-baik saja. Harusnya sudah lama meraksasa. Mendunia. Eh, alih-alih meraksasa, malah sama Petronas saja kalah. Jelas ada yang salah. Ini juga karna efek proteksi.

Telkom. Ini perusahaan yang paling mendingan sekarang ini. Tapi coba perhatikan kondisi pasar telekomunikasi. Yup, sudah bukan monopoli lagi seperti yang dulu dinikmati Telkom. Jadi mau nggak mau. Telkom pada akhirnya berinovasi. Namun dapat dilihat juga inovasi yang dilakukan berjalan berat. Ini karena masih tersisa mental tanpa kompetisi dari para punggawanya.

Dari ketiga contoh perusahaan diatas dapat dilihat bahwa ada yang salah. Yang salah adalah inovasi yang mandeg. Manajemen yang tanpa ruh inovasi. Ini membuat bisnis jalan ditempat atau bahkan mundur. Itulah bahayanya bisnis tanpa kompetisi. Jadi, dapat disimpulkan, kompetisi itu memang perlu. Perlu sebagai tenaga pendorong untuk terus berinovasi.

 

 

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • More
  • Share on Reddit (Opens in new window) Reddit
  • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
  • Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
  • Print (Opens in new window) Print

Like this:

Like Loading...

Filed Under: Umum Tagged With: Bisnis, Inovasi, Kompetisi, Umum

Notifikasi Otomatis

Daftarkan Notifikasi Otomatis

EMAIL

Daftarkan email anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru

TWITTER

Follow @sekolah_saham

Terpopuler

  • 13 Pola Grafik (Chart Patterns) Yang Perlu Diketahui
    13 Pola Grafik (Chart Patterns) Yang Perlu Diketahui
  • Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)
    Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)
  • Seri Indikator Analisis Teknikal: 4 Pola Candlestick Bullish Dengan Tingkat Ketepatan Rendah
    Seri Indikator Analisis Teknikal: 4 Pola Candlestick Bullish Dengan Tingkat Ketepatan Rendah
  • Seri Indikator Analisa Teknikal: Membeli dan Menjual Menggunakan MACD
    Seri Indikator Analisa Teknikal: Membeli dan Menjual Menggunakan MACD
  • Trading with Candlestick Chart
    Trading with Candlestick Chart

Terkini

  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (18-12-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (16-10-2023)
  • Saham Pilihan Bulan Oktober 2023
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (25-09-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (18-09-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (28-08 s/d 01-09 2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (21 s/d 25-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (14 s/d 18-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (07 s/d 11-08-2023)
  • Saham Pilihan Bulan Agustus 2023
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (31-07-2023 s/d 04-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (24-07-2023 s/d 28-07-2023)
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 17-07-2023 s/d 21-07-2023
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 10-07-2023 s/d 14-07-2023
  • Saham Pilihan Bulan Juli 2023
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 05-06-2023 s/d 09-06-2023
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Dec    
Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.

To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy

SekolahSaham.com © 2026· Log in

%d