• Serambi
  • Hubungi
  • Tentang
  • Penyangkalan

Sekolah Saham

Trading & Investasi

  • Analisis
    • Fundamental
    • Teknikal
      • Candlestick
      • Chart Patterns
      • Line Chart
      • MACD
      • MFI
      • Moving Average
      • Stochastic Oscillator
      • Support/Resistance
      • Trendline
  • Sistem Trading
  • Catatan Trading
  • Rekomendasi
    • Rekomendasi Mingguan
    • Watchlist Bulanan
  • Indeks
    • LQ45
    • Pefindo25
  • Umum
    • Investasi
    • Trading
    • Makro
    • Filosofi
    • BEI
    • Aplikasi
You are here: Home / Umum / Hutang Pangkal Kaya

Hutang Pangkal Kaya

October 20, 2016 By Lingga

Hampir mayoritas orang Indonesia sangat anti akan hutang. Denger hutang aja dah gemeteran. Gimana kalo beneran berhutang? Bisa-bisa nggak tidur-tidur. Kepikiran beratnya untuk membayar. Kepikiran rasa takut kalo tidak bisa membayar.

Yah, emang budaya kita begitu sih. Hutang dipandang sebagai hal yang memalukan. Hal yang selagi bisa, harus dihindari. Hutang adalah solusi terakhir ketika tidak ada solusi lainnya. Setidaknya begitulah yang Sekolah Saham dapatkan dari didikan lingkungan dari mulai kecil. Berhutang itu tidak baik. Titik.

Namun ada benarnya juga jika dipikir-pikir. Setidaknya kita jadi tidak bakal pernah terlilit utang. Gimana mau terlilit toh berhutang aja takut bukan? Jadinya tentu sangat aman dari kasus dikejar-kejar para pemberi pinjaman. Aman sentosa deh pokoknya.

Hutang Produktif

Namun, jika ditilik lebih dalam ada ruginya juga. Kita jadi takut untuk berhutang sekalipun benar-benar butuh. Misalnya jadi modal usaha. Kita akan sangat menghindari untuk berhutang. Akibatnya usaha kita sangat sulit berakselerasi tumbuh lebih cepat. Pertumbuhannya hanya semenjana. Atau malah akhirnya kita bangkrut tergilas saingan yang berani berhutang.

Nah, dapat dilihat betapa besar peluang kerugian karena takut berhutang ini bukan? Jadi bagaimana donk? Habis takut terlilit hutang sih. Lagian hidup jadi tidak nyaman dengan adanya hutang. Nggak apa-apa deh nggak maju asal tidak punya hutang. Alasan ini mungkin langsung berhamburan.

Ketakutan untuk berhutang ini memang sudah mengakar kuat dalam diri. Mau gimana lagi, ya nggak? Ya nggaklah. Kita harus dapat menyusun ulang mindset takut berhutang ini agar jangan merugikan.

Solusinya adalah kita harus memahami bahwa hutang itu (seperti halnya segala sesuatu di dunia ini) tidak mutlak jelek dan tidak mutlak baik. Tergantung bagaimana kita menggunakannya dan apa tujuan kita. Ini yang harus kita dalami.

Kita harus dapat memisahkan mana berhutang baik dan mana berhutang jelek. Untungnya cukup mudah membedakannya. Cukup kategorikan hutang sebagai hutang konsumtif atau hutang produktif.

Hutang konsumtif-lah yang harus kita hindari. Kalo utang produktif, ya harus kita kejar malah.

Hutang konsumtif dalam hal ini adalah  berhutang untuk hal-hal yang tidak membantu untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi. Misalnya membeli jam mewah, dsb.

Hutang produktif dalam hal ini adalah berhutang untuk hal-hal yang akan sangat membantu untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi. Misalnya membeli bahan baku usaha, dsb.

Nah, jika kita dapat menerapkan hanya ber-hutang produktif, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari berhutang. Malah dianjurkan untuk terus berhutang. Toh, produktif untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Hutang memang pangkal kaya dalam hal ini.

Tidak perlu takut berhutang toh hutang pangkal kaya.

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • More
  • Share on Reddit (Opens in new window) Reddit
  • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
  • Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
  • Print (Opens in new window) Print

Like this:

Like Loading...

Filed Under: Umum Tagged With: Hutang, kaya, Umum

Notifikasi Otomatis

Daftarkan Notifikasi Otomatis

EMAIL

Daftarkan email anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru

TWITTER

Follow @sekolah_saham

Terpopuler

  • 13 Pola Grafik (Chart Patterns) Yang Perlu Diketahui
    13 Pola Grafik (Chart Patterns) Yang Perlu Diketahui
  • Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)
    Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)
  • Seri Indikator Analisis Teknikal: 4 Pola Candlestick Bullish Dengan Tingkat Ketepatan Rendah
    Seri Indikator Analisis Teknikal: 4 Pola Candlestick Bullish Dengan Tingkat Ketepatan Rendah
  • Seri Indikator Analisa Teknikal: Membeli dan Menjual Menggunakan MACD
    Seri Indikator Analisa Teknikal: Membeli dan Menjual Menggunakan MACD
  • Trading with Candlestick Chart
    Trading with Candlestick Chart

Terkini

  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (18-12-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (16-10-2023)
  • Saham Pilihan Bulan Oktober 2023
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (25-09-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (18-09-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (28-08 s/d 01-09 2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (21 s/d 25-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (14 s/d 18-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (07 s/d 11-08-2023)
  • Saham Pilihan Bulan Agustus 2023
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (31-07-2023 s/d 04-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (24-07-2023 s/d 28-07-2023)
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 17-07-2023 s/d 21-07-2023
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 10-07-2023 s/d 14-07-2023
  • Saham Pilihan Bulan Juli 2023
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 05-06-2023 s/d 09-06-2023
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Dec    
Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.

To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy

SekolahSaham.com © 2026· Log in

%d