• Serambi
  • Hubungi
  • Tentang
  • Penyangkalan

Sekolah Saham

Trading & Investasi

  • Analisis
    • Fundamental
    • Teknikal
      • Candlestick
      • Chart Patterns
      • Line Chart
      • MACD
      • MFI
      • Moving Average
      • Stochastic Oscillator
      • Support/Resistance
      • Trendline
  • Sistem Trading
  • Catatan Trading
  • Rekomendasi
    • Rekomendasi Mingguan
    • Watchlist Bulanan
  • Indeks
    • LQ45
    • Pefindo25
  • Umum
    • Investasi
    • Trading
    • Makro
    • Filosofi
    • BEI
    • Aplikasi
You are here: Home / Analisis / Teknikal / Trendline / Seri Indikator Analisis Teknikal: Membeli dan Menjual Saham Menggunakan Trendline (Cara Lain)

Seri Indikator Analisis Teknikal: Membeli dan Menjual Saham Menggunakan Trendline (Cara Lain)

September 25, 2013 By Lingga

Sebelumnya, kita telah belajar bagaimana sederhananya menggunakan trendline untuk membeli dan menjual saham. Untuk menyegarkan ingatan kita kembali, mari melihat apa yang telah kita pelajari. Seperti yang telah disebutkan dalam artikel terdahulu, Trendline dapat digunakan untuk memutuskan apakah waktunya untuk membeli atau untuk menjual. Dalam kata lain, trendline menawarkan sinyal beli dan sinyal jual.

Saya menyebut strategi tersebut sebagai strategi trendline yang dipenetrasi. Aksi kita sepenuhnya tergantung dari apakah trendline dipenetrasi atau tidak oleh chart pergerakan harga saham. Bahasa sederhananya, dipenetrasi ke bawah berarti waktunya untuk menjual sedangkan dipenetrasi ke atas berarti waktunya untuk membeli. Sebuah strategi yang sangat sederhana bukan? Ya, sangat sederhana tapi jangan salah. Strategi ini sangat efektif jika digunakan dengan tepat.

Namun, walaupun strategi trendline yang dipenetrasi ini sangat efektif, banyak trader saham tidak punya kesabaran untuk menggunakannya. Ini karena dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menunggu trendline ditembus – baik ke atas atau ke bawah. Bahkan bisa memerlukan waktu hingga beberapa bulan hingga pada akhirnya trendline ditembus. Sebenarnya tidak akan perlu menunggu selama ini jika kita diijinkan untuk mengambil posisi short (jual) juga.

Sayangnya, Bursa Saham Indonesia (BEI) tidak mengijinkan hal tersebut. Kita hanya diijinkan mengambil posisi long (beli). Ini akan membuat kita harus menunggu sangat lama jika ternyata pergerakan harga saham sedang dalam kondisi tren turun (Bearish). Untunglah ada strategi lain yang menggunakan trendline. Strategi yang tidak membutuhkan untuk menunggu trendline ditembus. Strategi ini akan sangat mengurangi waktu menunggu kita.

Strategi ini mengijinkan kita untuk membeli dan menjual saham tanpa mesti menunggu tren menjadi tren naik. Kita akan dapat tetap beraktivitas untuk meraih keuntungan dalam bursa saham tanpa tergantung tren – entah itu tren naik (Bullish), tren turun (Bearish), atau tren datar (Sideaways). Ya, kita masih dapat membeli dan (kemudian) menjualnya dengan harga yang lebih tinggi walau dalam tren turun (Bearish) sekalipun.

Strategi ini adalah strategi support dan resistance. Lebih tepatnya strategi yang menggunakan trendline sebagai support dan resistance. Untuk strategi ini kita memerlukan tambahan satu trendline untuk masing-masing kondisi Bullish dan Bearish. Kita perlu menambahkan trendline atas (bertindak sebagai resistance) untuk Bullish dan trendline bawah (bertindak sebagai support) untuk Bearish. Dalam hal ini kita memiliki tiga kanal tren yakni kanal Bullish, kanal Bearish, dan kanal Sideaways.

Untuk ketiganya, trendline atas adalah resistance dan trendline bawah adalah support. Setelah kanal terbentuk akan sangat mudah untuk menerapkan strategi membeli dan menjual. Kita hanya perlu membeli ketika chart harga saham dekat dengan support (trendline bawah) dan menjual ketika chart harga saham dekat dengan resistance (trendline atas). Sebuah strategi support dan resistance yang telah umumnya dilakukan bukan?

Dengan strategi ini maka kita akan selalu dapat bertransaksi saham dalam kondisi apapun – entah Bearish, Bullish, atau Sideaways. Potensi keuntungan (setidaknya secara teori) akan berlipat karena kita memanfaatkan keseluruhan pergerakan harga saham. Untuk lebih memahami strategi ini mari kita lihat beberapa gambar di bawah:

Kanal Tren Naik (Bullish)

Kanal Bullish

Seperti yang kita lihat pada gambar di atas, telah ditambahkan sebuah trendline atas. Trendline in menghubungkan beberapa titik harga tertinggi. Tren yang sedang terjadi adalah tren naik dimana harga semakin lama semakin tinggi. Dalam hal ini kita telah memiliki sebuah kanal tren naik (Bullish). Trendline atas bertindak sebagai resistance (daerah untuk membeli) dan Trendline bawah bertindak sebagai support (daerah untuk menjual).

Strategi kita adalah membeli ketika harga mendekati Trendline bawah (lingkaran biru) dan menjual ketika harga mendekati Trendline atas (lingkaran biru). Kita dapat terus melakukan transaksi saham selama pergerakan harganya tetap berada di dalam kanal. Jika kanal tertembus maka kita perlu menghentikan transaksi kita (entah jual rugi atau untung). Kita perlu membentuk kanal baru sebelum bertransaksi kembali.

Kanal Tren Turun (Bearish)

Kanal Bearish

Seperti yang kita lihat pada gambar di atas, telah ditambahkan sebuah Trendline bawah. Trendline ini menghubungkan beberapa titik di harga terendah. Tren yang sedang terjadi adalah tren turun (Bearish) dimana harga semakin lama semakin turun. Disini, kita telah memiliki sebuah kanal tren turun (Bearish). Trendline atas dapat dianggap sebagai resistance dan Trendline bawah dapat dianggap sebagai support.

Seperti biasan, strategi kita adalah melakukan pembelian di dekat support dan menjual di dekat resistance. Daerah jual dan beli saya tandai dengan lingkaran berwarna biru. Dengan begini, walaupun pergerakan harga saham sedang dalam tren turun (Bearish) kita masih dapat melakukan transaksi beli dan jual saham dengan keuntungan yang sangat signifikan. Dan jika pada akhirnya kanal tertembus, maka kita perlu berhenti sebentar, kemudian menggambar kanal yang baru lagi.

Kanal Tren Datar (Sideaways)

Kanal Sideaways

Untuk gambar pada chart kali ini, saya tidak menambahkan apa-apa karena memang tren datar telah berbentuk kanal dari semula. Telah terdapat Trendline atas dan Trendline bawah. Trendline atas menghubungkan beberapa titik harga tertinggi. Trendline atas menghubungkan beberapa titik harga terendah. Trendline atas dapat dianggap sebagai resistance. Trendline bawah dapat dianggap sebagai support. Dan strategi kita adalah strategi support dan resistance.

Dalah hal ini, kita melakukan pembelian di area yang dekat dengan support (Trendline bawah) dan melakukan penjualan di area yang dekat dengan resistance (Trendline atas). Daerah beli dan jual saya tandai dngan lingkaran biru. Dengan strategi ini, kita akan masih dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan walau dalam tren datar. Perlu diingat, jika pada akhirnya kanal ini tertembus, kita perlu berhenti sejenak, kemudian menggambar kanal yang baru.

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • More
  • Share on Reddit (Opens in new window) Reddit
  • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
  • Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
  • Print (Opens in new window) Print

Like this:

Like Loading...

Filed Under: Trendline Tagged With: Beli, Jual, Kanal, Saham, Tren, Trendline

Notifikasi Otomatis

Daftarkan Notifikasi Otomatis

EMAIL

Daftarkan email anda untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru

TWITTER

Follow @sekolah_saham

Terpopuler

  • 13 Pola Grafik (Chart Patterns) Yang Perlu Diketahui
    13 Pola Grafik (Chart Patterns) Yang Perlu Diketahui
  • Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)
    Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)
  • Seri Indikator Analisis Teknikal: 4 Pola Candlestick Bullish Dengan Tingkat Ketepatan Rendah
    Seri Indikator Analisis Teknikal: 4 Pola Candlestick Bullish Dengan Tingkat Ketepatan Rendah
  • Seri Indikator Analisa Teknikal: Membeli dan Menjual Menggunakan MACD
    Seri Indikator Analisa Teknikal: Membeli dan Menjual Menggunakan MACD
  • Trading with Candlestick Chart
    Trading with Candlestick Chart

Terkini

  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (18-12-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (16-10-2023)
  • Saham Pilihan Bulan Oktober 2023
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (25-09-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (18-09-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (28-08 s/d 01-09 2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (21 s/d 25-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (14 s/d 18-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (07 s/d 11-08-2023)
  • Saham Pilihan Bulan Agustus 2023
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (31-07-2023 s/d 04-08-2023)
  • Rekomendasi Saham Minggu Ini (24-07-2023 s/d 28-07-2023)
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 17-07-2023 s/d 21-07-2023
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 10-07-2023 s/d 14-07-2023
  • Saham Pilihan Bulan Juli 2023
  • Rekomendasi Saham Mingguan Periode 05-06-2023 s/d 09-06-2023
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Dec    
Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.

To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy

SekolahSaham.com © 2026· Log in

%d