Trading Seperti Berlayar

Pernah dengar jika untuk berlayar, pengetahuan akan cuaca (kondisi laut) adalah yang paling utama. Tentu saja tidak hanya berhenti mengetahui cuaca, melainkan harus dapat mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan tersebut. Apakah akan lanjut berlayar atau tidak? Inilah yang terpenting.

Demikian juga dalam trading saham. Pengetahuan akan kondisi pergerakan saham adalah yang utama. Tapi tentu saja tidak berhenti disitu. Kita harus dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk melakukan keputusan. Beli, tahan, atau jual. Inilah yang terpenting dalam trading saham.

Kembali ke analogi berlayar. Keputusan yang diambil dari pengetahuan akan pengaruh pelayaran terhadap kondisi laut adalah yang tepenting. Ini menentukan apakah kita akan selamat mengarungi lautan. Ini memperhitungkan kemampuan kita (dan kemampuan alat yang kita gunakan) dalam menghadapi kondisi lautan.

Trading Seperti Berlayar

Begitu juga dengan trading saham. Keputusan untuk beli, tahan, atau jual yang didasarkan pada pengetahuan akan pergerakan saham adalah sangat penting. Inilah yang menentukan apakah kita pada akhirnya menikmati keuntungan atau sebaliknya, menanggung kerugian.  Dalam hal ini, keputusan trading saham tentu telah memperhitungkan semua faktor.

Seperti halnya keputusan untuk melaut atau tidak. Keputusan untuk trading sudah memperhitungkan segalanya berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Juga telah memperhitungkan faktor-faktor yang tidak terduga. Jika hitung-hitungan kita tidak masuk, ya jangan memaksakan untuk trading.

Seperti halnya menunggu cuaca lebih kondusif agar akhirnya pelatu melaut kembali. Kita para trader saham, harus punya kesabaran yang sama untuk menunggu saat yang paling tepat untuk terjun ke bursa saham. Untuk kembali mentradingkan sebuah saham. Ini yang harus kita pegang agar mendapatkan keuntungan yang optimal.

Jangan sampai memaksakan untuk trading walau kita tahu bahwa situasi tidak memungkinkan. Walau kita tahu bahwa resiko sedang sangat besar. Dapat dipastikan kerugian adalah upahnya. Ini seperti pelaut yang memaksakan untuk melaut pada kondisi cuaca yang sangat buruk. Hampir dapat dipastikan, kapalnya akan karam. Tidak akan selamat.