Trader Tidak (Boleh) Setia

Sebagai seorang trader, buang jauh-jauh arti kesetiaan itu. Tidak ada gunanya. Bahkan akan sangat memberatkan sehingga pada akhirnya akan mengalami kerugian yang signifikan.

Ya, kesetiaan hanya akan membuat kita mencari pembenaran untuk tetap memegang suatu saham walau dalam kondisi terburuk sekalipun — dalam tren turun (Bearish) yang sangat kuat.

Niscaya, kita sudah dapat menebak akan akhir dari kesetiaan seperti ini. Ya, nasib tragislah yang akan didapatkan. Kerugian yang sangat besar lah hasil kestiaan pada suatu saham bagi seorang trader.

Jadi, seperti judul artikel ini. Tidak boleh ada kata setia (loyal) bagi seorang trader. Sebagai trader harus selalu dingin dalam bertransaksi terhadap saham.

Trader yang tidak setia

Ketika memang situasinya sudah tidak memungkinkan, ya lepaslah saham tersebut. Segera pindah pada saham lain yang masih menawarkan prospek keuntungan kedepannya.

Pada tabiatnya kita sebagai trader memang harus hanya terikat pada tujuan kita trading yakni menangguk keuntungan dari bursa saham. Bukan malah terikat pada satu saham hingga memaksakan untuk selalu mentransaksikannya. Bahkan disaat kerugian sudah pasti.

Mungkin saja seorang trader tampak setia untuk selalu menyimpan sebuah saham, tapi percayalah itu bukan karena rasa setia terhadap sebuah saham. Biasanya karena sang trader adalah trader jangka panjang.

Dia masih tetap memagang saham tersebut karena memang masih dalam kriteria memberi keuntungan dalam jangka waktu trading yang dilakukan. Jelas bukan karena rasa setia terhadap saham tersebut melainkan karena setia terhadap kriteria trading yang dilakukan.

Jadi, sebagai trader bukan berarti kita tidak boleh setia sama sekali. Kita boleh setiap pada kriteria (sistem) trading tapi sangat tidak boleh setia (loyal) pada suatu saham.