Tipe Trader Berdasarkan Jangka Waktu Trading

Seperti yang sudah disinggung, menggunkan strategi yang tepat adalah satu langkah penting dalam trading saham. Strategi yang tepat akan memungkinkan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal sembari meminimalkan resiko. Jelaslah sudah betapa pentingnya untuk memilih strategi yang kita gunakan bukan? Nah, untuk memilih strategi yang tepat, kita harus tahu terlebih dahulu profil kita masing-masing.

Salah satunya adalah harus tahu tipe trading kita masing-masing – apakah kita ini seorang scalper, day trader, swing trader, atau position trader. Keempat tipe trader ini akan membutuhkan strategi trading yang berbeda-beda. Salah memilih strategi akan sangat mempengaruhi hasil trading kita. Contoh kesalahan ini adalah memakai strategi positioning trader padahal kita adalah seorang swing trader.

Tipe-Trader-Berdasarkan-Jangka-Waktu

Tetap bisa untung sih, tapi keuntungannya tidak akan semakismal jika kita menggunakan strategi yang memang diperuntukkan untuk swing trader. Oleh sebab itu mari kita kenali lebih jauh mengenai tipe-tipe trader ini.

Scalper

Scalper dinisbatkan pada para trader dengan jangka waktu trading terpendek. Scalper dapat melakukan trading dalam hitungan waktu yang sangat pendek – bahkan hingga dalam hitungan menit. Scalper lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas transaksi. Target keuntungan mereka biasanya cuma 1-2 poin dari harga beli. Tingkat cut loss juga sangat dekat yakni cuma 1 poin dibawah harga beli.

Para scalper akan sangat sering melakukan jual dan beli saham – bahkan jika itu hanya dalam satu hari. Sekuritas akan sangat senang pada trader tipe ini tentunya. Alat bantu para scalper biasanya adalah running trade dimana mereka akan memilih saham-saham yang memang sedang sangat diminati oleh pasar. Mereka memilih saham-saham yang sedang sangat aktif diperdagangkan. Ini dapat dilihat pada running trade.

Day Trader

Day Trader adalah tipe trader yang mempunyai jangka waktu trading sedikit lebih panjang dari Scalper. Tipe trader ini tidak akan menyimpan saham yang mereka beli. Saham harus sudah dijual semua sebelum pasar tutup pada hari tersebut. Entah dijual dalam keaadan untung atau rugi, day trader tidak akan peduli, yang penting begitu pasar ditutup, sudah tidak ada saham lagi ditangan mereka.

Day Trader mempunyai jangka waktu trading bervariasi namun dapat dikatakan bahwa jangka waktu maksimalnya adalah satu hari. Day Trader menggunakan analisis teknikal (TA) sebagai alat bantunya. Biasanya digunakan chart dengan jangka waktu yang pendek seperti 5 menitan, 30 menitan, 1 jam-an, atau 4 jam-an. Target keuntungan biasanya sangat kecil – 0.5% sampai 1%. Otomatis level cut loss juga dalam range tersebut.

Swing Trader

Swing Trader dinisbatkan kepada para trader yang mempunyai jangka waktu cukup panjang. Jangka waktu swing trader bervariasi – muali dari harian, mingguan, hingga bulanan. Yang perlu digaris-bawahi adalah jangka waktu ini tidak lebih dari enam bulan. Swing trader mengutilisasi analisis teknikal (TA) sebagai alat bantunya. Sesuai jangka waktunya, chart yang digunakan biasanya adalah chart harian.

Tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan chart jam-an, empat jam-an, atau mingguan sih tapi umumnya yang dipakai adalah chart harian. Dapat dikatakan bahwa swing trader memanfaatkan momentum jangka menengah dari pergerakan harga saham – memanfaatkan pergerakan harga saham yang selalu bergerak dari harga terendahnya ke harga tertinggi dan sebaliknya. Target keuntungan biasanya sekitar 5% an. Level cut loss tentu dibawah target tersebut.

Position Trader

Position Trader dinisbatkan pada trader yang mempunyai jangka waktu terpanjang. Jangka waktu position trader inilah yang paling mendekati jangka waktu investasi. Jangka waktu position trader biasanya dalam 1 sampai 6 bulan-an. Position Trader menggunakan analisis teknikal (TA) sebagai alat bantunya. Tentu, jangka waktu chart yang digunakan menyesuaikan dengan jangka waktu trading yang dilakukan.

Dalam hal ini, position trader biasanya menggunakan chart mingguan hingga bulanan. Biasanya, position trader mengambil posisi pada support kuat dan menjual pada resistance kuat. Target profit position trader tidak terbatas sebenarnya – namun jika boleh di-angka-kan, target profit minimal adalah 30% an. Level cut loss juga cukup besar yakni sekitar 10% an. Tipe trader inilah yang paling aman karena pergerakan lebih mudah ditebak dalam jangka panjang.