Teringat Saat Bursa Saham “Crash”

Dua hari ini Bursa Saham Indonesia (BEI) telah turun 4% lebih — setidaknya sampe tulisan ini dibuat. Dan saya yakin banyak saham-saham yang turun jauh lebih dahyat dari bursa. Tentu saat ini banyak yang sedang memandang nanar, melihat modalnya telah tergerus sangat dalam. Mereka-mereka yang tidak sempat keluar tentunya.

Saya sendiri sangat bersyukur karena bisa keluar kemarin pagi. Nah, kondisi full cash membuat saya punya banyak waktu untuk merenung. Dan beberapa hal kembali menjadi lebih jelas teringat. Muncul dari alam bawah sadar menjadi kesadaran.

Berikut beberapa hal yang teringat pada kondisi “crash” kali ini:

Bursa Saham Crash

#1. Sinyal TA Pada Saatnya Akan Menyelamatkanmu

Mungkin kita sering mengalami banyak penyesalan karna mengikuti sinyal dari indikator analisis teknikal (TA). Ketika dijual, eh malah naik. Ketika membeli, eh malah turun. Penyesalan ini dapat membuat kita menjadi tidak bisa disiplin lagi mengikuti sinyal TA.

Ketika ada sinyal jual, kita tidak langsung menjual. Ketika ada sinyal beli, kita tidak langsung membeli. Kita jadi ragu-ragu. Dan kondisi “crash” ini menyadarkan saya bahwa walau berkali-kali sinyal-sinyal tersebut salah, tapi pada akhirnya itulah yang akan menyelamatkan kita.

Saya yakin banyak yang selamat dari “crash” kali ini karena dengan disiplin mengikut sinyal jual yang telah muncul dari indikator analisis teknikal (TA) yang digunakan.

#.2 Pasar (memang) Tidak Bisa Dilawan

Mungkin selama ini kita berusaha berspekulasi untuk melawan arah pergerakan pasar. Dan mungkin saja, selama ini hasilnya juga sangat menjanjikan. Hasilnya lebih besar daripada hanya mengikuti arah pergerakan pasar. Namun, mari kita lihat lagi kondisi portofolio saat ini.

Seberapa besar kerugian yang didapatkan dari melawan arah pergerkan pasar. Kemungkinan besar, keuntungan yang selama ini diperoleh, hilang semua. Bahkan bisa berikut modalnya tergerus. Nah, kondisi “crash” ini kembali mengingatkan saya bahwa pasar memang tidak bisa dilawan. Pasar selalu benar pada akhirnya.

#3. Cut Loss Akan Menyelamatkanmu

Ini mirip dengan poin nomer #1 sebenarnya. Cuman kalo #1 juga mengambarkan taking profit, point ini khusus melihat Cut Loss. Cut Loss sering memberi rasa menyesal karena setelahnya, harga ternyata naik. Namun seperti halnya sinyal TA, walau sering salah, Cut Loss pada akhirnya akan menyelamatkan.

Coba kalo saat kondisi “crash” ini kita terlambat atau bahkan tidak melakukan cut loss. Jelas kerugian yang kita tanggung akan sangat besar. “Crash” kali ini juga mengingatkan betapa pentingnya untuk selalu disiplin melakukan Cut Loss, walau sering salah. Pada akhirnya akan menyelamatkan.