Portofolio Saham Trader yang Selalu Untung

Gimana portofolio saham anda? Saya yakin nggak mungkin satu warna saja. Pasti kombinasi hijau dan merah. Kombinasi untung dan rugi. Ada yang untung. Ada yang rugi. Berdasarkan pengalaman tidak hampir tidak mungkin semua untung atau semua rugi. Kecuali beli sahamnya fokus satu saham saja ya.

Sekarang lihat gambar portofolio sekolah saham berikut. Yup, untung semua. Sangat hebat bukan? Pasti jarang lihat yang begini.

Portofolio Trader Saham Yang Selalu Untung

Eits, jangan buru-buru kagum dulu. Jangan nganggap sekolah saham dukun handal yang mampu menebak tepat 100% arah pergerakan saham. Jangan anggap setiap transaksi yang dilakukan Sekolah Saham pasti untung. Lah, terus kenapa bisa untung semua di portofolio sahamnya? Rahasianya adalah “Let Profit Run, Cut The Losses Short”.

Yup, Jika untung biarkan saja, tapi jika rugi, jual. Betul, rahasianya melakukan jual pada transaksi yang rugi. Melakukan Cut Loss (CL). Jelas sudah bukan? Jelas bahwa portofolio untung semua bukan karena dapat menebak arah  pergerakan saham 100% tepat. Melainkan karena telah membuang transaksi yang merugikan.

Namun, patut diketahui bahwa melakukan Cut Loss (CL) harus  tepat. Jangan terlalu cepat dan jangan pula terlalu lama. Harus pas agar tidak sering menyesal. Terlalu cepat akan membuat sering menyesal. Menyesal karena setelah dijual, sahamnya malah bergerak naik. Mending naik sedikit, biasanya malah terbang sangat tinggi. Menyesal banget bukan?

Terlalu lama juga akan membuat sering menyesal. Menyesal karena tidak menjual lebih cepat agar kerugian yang ditanggung tidak sedalam sekarang. Jadi gimana donk? Pasnya itu setelah turun seberapa dalam? Berapa persen? Sekolah Saham tidak bisa menjawab karena memang tidak ada standar pastinya.

Level cut loss silahkan ditetapkan masing-masing. Ditetapkan berdasarkan kenyamanan masing-masing. Berapa titik Cut Loss (CL) yang paling membuat penyesalan minimal. Jika masih bingung, silahkan bereksprimen. Tidak mesti menetapkan titik tertentu juga sih. Bisa juga berdasarkan indikator Analisis Teknikal (TA).

Cut Loss dilakukan berdasarkan sinyal indikator Analisis Teknikal (TA). Sinyal jual adalah titik kita melakukan jual (entah itu cut loss (rugi) atau take profit (untung). Pokoknya kalo ada sinyal jual, ya jual tanpa ba-bi-bu. Atau anda menemukan cara lain untuk menentukan titik Cut Loss ini. Silahkan saja. Bebas kok, selama anda nyaman dengannya.