Pilihan Instrumen Keuangan untuk Trading

Trading adalah aktivitas dimana seseorang membeli di harga tertentu dan menjualnya di harga lebih tinggi dalam jangka waktu yang relatif pendek. Keuntungan didapat dari perbedaan antara harga beli dan harga jual. Tentu saja untung jika dan hanya jika harga beli lebih rendah dari harga jual. Ketika yang terjadi adalah harga beli lebih tinggi dari harga jual maka kerugianlah yang didapat. Orang-orang yang melakukan kegiatan ini sering disebut sebagai Trader.

Menurut saya, kegiatan trading itu sebenarnya relatif sama dengan kegiatan investasi, hanya saja lamanya jangka waktunya yang berbeda. Trading biasanya mempunya jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan investasi yang merupakan kegiatan berjangka waktu sangat panjang. Dewasa ini, instrumen keuangan adalah pilihan yang tepat untuk melakukan trading. Ini karena pergerakan harga instrumen keuangan tersebut sangat volatil.

Instrumen Trading

Volatilitas adalah teman bagi setiap trader karena menjanjikan keuntungan yang optimal dalam jangka waktu pendek. Semakin volatil sebuah instrumen, semakin pendek jangka waktu yang dibutuhkan untuk menangguk keuntungan. Hanya saja berlaku “keuntungan berbanding lurus dengan resiko”. Volatilitas ini juga menawarkan resiko kerugian yang tinggi. Tinggal pintar-pintarnya trader saja untuk mengelola resiko ini agar sebanding dengan potensi keuntungannya.

Untuk dapat mengelola resiko agar keuntungan yang diperoleh juga bisa terjamin, maka kita perlu untuk lebih mengenal instrumen-instrumen keuangan yang kita trading-kan. Berikut beberapa instrumen keuangan yang dapat kita trading-kan:

Saham

Saham adalah bentuk kepemilikan terhadap sebuah perusahaan. Mempunyai saham berarti kita mempunya bagian kepemilikan terhadap perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Saham dapat dibeli oleh umum dari bursa saham. Bursa saham adalah sebuah pasar maya tempat untuk melakukan jual beli saham. Saham merupakan pilihan yang tepat bagi para trader pemula karena pergerakan harganya (saham-saham tertentu) tidak terlalu liar.

Pergerakan harganya masih dapat diikuti (diprediksi) oleh para pemula asal mau sedikit belajar terlebih dahulu. Saham itu adalah saran trader yang menawarkan kesederhanaan. Saham adalah saran yang bagus untuk belajar mengenai trading sebelum pada akhirnya pindah ke instrumen keuangan lainnya yang lebih volatil.

Option

Option adalah bentuk sebuah kontrak resmi yang memberikan hak (tanpa kewajiban) untuk membeli atau menjual saham pada harga dan jangka waktu yang telah ditentukan. Hak disini berarti kita tidak berkewajiban untuk melakukannya, kita dapat membiarkan kontrak tersebut tanpa dieksekusi pada waktunya tanpa konsekuensi tertentu. Sebagai contoh, sebuah option menawarkan hak untuk membeli saham seharga 1000 rupiah per lembar dalam jangka waktu sebulan.

Ini berarti pemilik option mempunya sebuah hak untuk membeli saham tersebut dengan harga 1000 rupiah selama sebulan kedepan. Keuntungan akan diperoleh ketika ternyata pas saat mengeksekusi option ini harga pasar berada di atas 1000 rupiah dan kerugian akan diperoleh ketika ternyata harga pasar berada di bawah harga 1000. Jika kita tidak mengeksekusi hak tersebut (karena ternyata harga saham turun) maka option tersebut akan kadaluarsa setelah sebulan.

Selain eksekusi hak tersebut, trader juga dapat memperjual belikan option tersebut. Ini berarti, trader bahkan berpeluang memperoleh keuntungan tanpa perlu mengeksekusi hak yang terkandung dalam option tersebut. Ini karena banyak orang lain yang juga menginginkan hak tersebut karena berasumsi harga saham akan terus naik. Dengan demikian, trading Optionpun pada akhirnya menjadi lebih kompleks dibandingkan trading saham.

Komoditas

Komoditas adalah bentuk mentah dari sebuah produk alam seperti emas, perak, jagung, kelapa sawit, minyak, batubara, dll. Dewasa ini, komoditas menjadi instrumen keuangan karena telah diperdagangkan dalam pasar maya. Pembeli dan penjual tinggak memasukkan harga beli dan jual mereka ke pasar tersebut tanpa melihat bentuk nyata dari produk-produk alam tersebut. Tentu saja, produknya masih nyata hanya saja tidak perlu diperlihatkan. Semua modal percaya saja.

Ini sangat menyederhanakan proses jual-beli sehingga harga komoditas tersebutpun menjadi sangat berfluaktatif mengikuti arus jual beli yang terjadi di pasar komoditas. Tentu volatilitas ini menjadi makanan empuk bagi para trader. Komoditas menawarkan potensi keuntungan yang besar tapi dengan resiko yang juga besar. Ada resiko harga dan juga resiko produk. Bisa jadi produk tidak tersedia lagi sehingga kepemilikannya menjadi tidak berharga lagi.

Futures (Pasar Berjangka)

Futures (Pasar Berjangka) adalah memperdagangkan masa depan. Futures adalah aktivitas perdagangan dimana orang-orang memperdagangkan berdasarkan janji masa depan. Dalam hal ini, yang diperdagankan adalah sebuah kontrak dengan janji pemenuhan tertentu di masa mendatang. Jangka waktu pemenuhan kontrak biasanya dibawah satu tahun. Jika jangka waktu kontrak telah tercapai, maka pemberi kontrak wajib memenuhi poin-poin yang terkandung didalamnya.

Tentu saja, seperti instrumen keuangan yang lainnya, perdagangannya dilakukan di pasar maya sehingga harganya pun fluktuatif yang merupakan sasaran empuk bagi para trader. Keuntungan didapat ketika ternyata harga produk yang dijanjikan meningkat di masa depan dan jika sebaliknya, kerugian yang diperoleh. Para trader juga dapat memperoleh keuntungan dari jual beli kontrak itu sendiri.

Forex

Forex adalah kependekan dari Foreign Exchange yang merupakan aktivitas pertukaran antara mata uang dari bebagai negara dalam waktu ke waktu. Dalam trading Forex, mata uang sebuah negara selalu dipasangkan dengan mata uang negara lain. Pergerakan harganya diperoleh dari pergerakan perbedaan kekuatan antara mata uang yang berpasangan tersebut. Pergerakan harganya akan sangat fluktuatif (volatil) karena sangat banyak faktor yang mempengaruhi.

Seperti biasa, volatilitas adalah sahabat para trader sehingga Forex pun menjadi pilihan bagi trader sebagai salah satu instrumen untuk melakukan trading. Namun, seiring volatilitas ini, resiko pun menjadi besar. Bahkan Forex mempunya resiko terbesar diantara instrumen-instrumen keuangan lainnya. Ini karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mustahil untuk dikendalikan. Pengetahuan yang dalam adalah sebuah kewajiban jika ingin trading Forex.