Penyesalan-Penyesalan Trader Saham

Trader Saham itu akrab dengan penyesalan-penyesalan. Penyesalan-penyesalan yang akan sangat mebahayakan hasil trading jika tidak bisa ditangani dengan baik. Nah, sebagai langkah pertama untuk menanganinya, kita harus tahu apa aja penyesalan-penyesalan tersebut.

Tanpa tahu, maka mustahil kita akan dapat menanganinya. Lah, kita nggak tahu kalo kita menyesal gimana mau menangani bukan? Maka mari kita cari tahu apa saja yang termasuk dalam penyesalan-penyesalan trader saham:

Penyesalan Trader Saham

#1. Harusnya Beli Lebih banyak

Penyesalan ini muncul ketika harga saham (yang telah kita beli) melesat naik tinggi. Kitapun mulai merasa menyesal mengapa tidak beli lebih banyak. Kalo beli lebih banyak kan besarnya keuntungan yang dinikmati akan lebih banyak. Ini bahayanya dapat mengacaukan money management yang telah kita tetapkan.

#2. Harusnya Beli Lebih sedikit

Ini mirip poin no. 1. Cuma kebalikannya saja. Penyesalan ini muncul ketika harga saham (yang telah kita beli) turun dan terpaksa harus Cut Loss. Kita merasa menyesal mengapa belinya banyak. Harusnya beli sedikit saja hingga rugi yang dideritapun sedikit. Ini juga dapat mengacaukan money management yang sudah ditetapkan.

#3. Harusnya Nggak Usah Beli

Ini juga akibat harga saham (yang dibeli) turun tajam. Kitapun meratapi kerugian yang dialami. Kitapun menyesal mengapa harus membeli saham tersebut. Jika tidak beli maka tidak akan mengalami kerugian yang begini besar. Ini akan mengacaukan psikologis kita untuk trading selanjutnya. Jadi takut beli saham. Bakal ragu-ragu tiap beli.

#4. Harusnya Jual Saja

Penyesalan ini muncul ketika harga saham (yang dibeli) tadinya sudah naik tinggi kemudian turun signifikan. Kitapun mulai menyesal kenapa tidak menjual ketika harga sedang tinggi-tingginya. Jika menjual kan keuntungan akan sangat besar. Ini dapat mengacaukan trading plan yang telah kita susun. Titik jual kita tidak akan sesuai lagi dengan trading plan.

#5. Harusnya Nggak Usah Jual

Penyesalan ini muncul ketika harga saham (yang telah dibeli) terus terbang tinggi setelah kita take profit. Kita menyesal karena jika belum menjual, maka keuntungan yang dinikmati akan sangat besar. Ini sudah untung juga masih menyesal. Ini dapat mengacaukan trading plan kita. Akan sulit disiplin mengikuti titik jual yang telah direncanakan dalam trading selanjutnya.

#6. Harusnya Jual Sedikit Saja

Ini juga penyesalan yang muncul ketika ternyata setelah menjal saham, harganya melambung tinggi. Kita menyesal mengapa menjual seluruhnya. Harusnya yang dijual sedikit saja sehingga sisanya masih dapat memberi keuntungan yang lebih besar. Ini akan mengacaukan money management yang sudah kita tetapkan. Kita akan sulit mengikutinya pada trading selanjutnya.

#7. Harusnya Libur Saja

Penyesalan ini muncul ketika kita terus-menerus mengalami kerugian dalam waktu yang lama. Kita pun mulai menyesal mengapa harus terus trading. Coba kita libur, maka kerugian yang terus-menerus ini tidak akan dialami. Ini akan memukul kita secara psikologis. Kita akan menjadi takut untuk trading sehingga melewatkan kesempatan mendapatkan keuntungan di trading berikutnya.