Mengapa Menggunakan Berita untuk Trading Saham itu tidak dianjurkan?

Jika anda pembaca setia sekolah saham dot com, tentu telah pernah membaca di salah satu artikel bahwa saya berpendapat, menggunakan berita sebagai dasar pembelian saham, sah-sah saja. Tentu ada syaratnya. Saya setuju jika memang sejak awal berita itu dimasukkan sebagai unsur dalam sistem trading. Menggunakan berita dapat diartikan bahwa kita mendasarkan strategi kita terhadap kondisi psikologi pasar.

Jadi, menggunakan berita sebagai dasar strategi trading kita adalah wajar. Tidak ada sesuatu yang salah darinya. Candlestick, salah satu indikator analisis teknikal favorit saya (dan mungkin juga favorit bagi banyak trader di seluruh dunia), merupakan indikator yang membaca kondisi psikologi pasar. Dari psikologi pasar inilah akan ada prediksi apakah harga saham akan naik atau turun. Tidak jauh berbeda dengan berita sebagai indikator trading bukan?

Berita dalam Trading Saham

Namun, banyak orang mengatakan bahwa tidak baik menggunakan berita sebagai dasar untuk melakukan trading. Dikatakan bahwa berita-berita yang beredar sangat diragukan kebenarannya dan malah dapat menyesatkan kita. Tapi harusnya tidak masalah, toh kita menggunakannya untuk membaca psikologi pasar sama seperti bagaimana Candlestick digunakan. Jadi, mengapa sebenarnya berita itu seperti diharamkan sebagai indikator trading saham?

Berdasarkan pengalaman saya, berita dijauhi karena sering digunakan hanya sebagai alat justifikasi hal-hal yang sudah terjadi di bursa saham. Seringnya, ketika harga saham turun karena suatu alasan fundamental. Tak lama kemudian, keluarlah berita yang mengatakan bahwa saham turun karena bla…bla…bla.. – beribu alasan dikeluarkan. Padahal harga sudah turun terlebih dahulu. Berita demikian tentu tidak ada nilainya.

Berita yang seperti itu tidak ada gunanya dijadikan sebagai dasar untuk melakukan transaksi saham. Toh, pasar sudah terlebih dahulu bereaksi terhadap suatu kondisi fundamental yang terjadi. Psikologi pasar telah duluan menerima situasi yang terjadi. Jadi, berita tersebut hanya lah menjadi berita basi yang tidak ada lagi pengaruhnya terhadap psikologi pasar. Nah, alasan inilah yang membuat trading saham berdasarkan berita tidak dianjurkan.