Mencari Bottom, Perlukah?

Mencari Bottom?

Sebuah pekerjaan yang sia-sia jika menggunakan Analisa Teknikal (TA) sebagai alat bantu.

Hampir) mustahil untuk menemukan dasar dari sebuah pergerakan dengan Analisa Teknikal (TA). Atau bahkan dengan menggunakan analisa mana saja.

Bottom

Jadi bagaimana donk?

Saran saya sih jangan pernah berusaha mencari bottom. Buang-buang waktu saja.

Mending langsung beli saja ketika ada sinyal beli. Dan ketika ternyata setelahnya turun kembali, ya tinggal cut loss. Tapi jangan kapok untuk beli kembali ketika ada sinyal beli lagi.

Dengan terus mengulangi hal yang sama, maka dapat dipastikan pada akhirnya kita akan membuat keputusan yang tepat. Setelah membeli harga terus naik hingga kita dapat menikmati keuntungan yang maksimal.

Nilai keuntungan yang cukup untuk menutupi cut loss yang dilakukan sebelumnya dan bahkan tersisa cukup banyak sebagai keuntungan.

Demikian sebuah strategi sederhana bagi trader. Setidaknya demikianlah strategi yang dilakukan Sekolah Saham dan selama ini sudah terbukti menguntungkan pada akhirnya.

Jadi, Sekolah Saham tidak pernah berusaha mencari bottom. Dan setiap membeli selalu sadar bahwa sangat besar kemungkina bahwa itu belum bottom, jadi selalu siap dengan jaringan pengaman. Selalu siap untuk cut loss jika ternyata harga bergerak lebih rendah lagi.

Dan ya, mungkin memang bottom bisa diketahui. Tapi Sekolah Saham sendiri terlalu malas membuang waktu untuk mencari cara mengetahui bottom.

Toh dengan strategi tanpa tahu bottom saja sudah untung. Ngapain capek-capek pada hal yang belum tentu ada bukan? Mending kalo ketemu. Lah, kalo tidak. Berapa potensi keuntungan yang dilewatkan bukan?