Tipe-Tipe Analisis Saham

Sejauh ini, artikel-artikel sekolah saham hanya menggunakan dua tipe analisis terpopuler dalam dunia keuangan yakni Analisis Fundamental (FA) dan Analisis Teknikal (TA). Memang sih, menguasai salah satu dari tipe analisis terpopuler tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengarungi kerasnya bursa saham. Tapi tidak ada salahnya juga untuk mengetahui tipe analisis yang lain. Toh, berbisnis saham – seperti halnya bisnis yang lain – bukanlah ilmu eksak.

Bahkan sering dikatakan bahwa bisnis saham itu adalah setengah seni. Tidak ada kepastian yang mutlak didalamnya. Bisa jadi suatu tipe analisis cocok bagi orang lain tapi belum tentu cocok bagi yang lain. Nah, untuk dapat mengetahui mana analisis yang cocok buat kita maka terlebih dahulu kita harus mengetahui bermacam-macam tipe analisis. Maka mari kita mengenal beberapa tipe analisis yang biasanya digunakan untuk menganalisa saham.

Tipe Tipe Analisis Saham

Analisis Makro

Analisis Makro adalah analisis yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi pemerintah dari suatu negara atau regional. Analisis ini menganalisa ekonomi suatu negara, regional, atau dunia secara umum (tidak terlalu detail). Seperti yang sudah kita ketahui, kebijakan ekonomi pemerintah biasanya mempengaruhi kondisi ekonomi suatu negara atau bahkan kondisi ekonomi seluruh dunia. Dalam hal ini analisa dilakukan untuk mengetahui efek dari kebijakan tertentu.

Efek ini bisa secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi bursa saham. Tapi tetap tidak ada ruginya melakukan analisis makro. Toh, walau tidak secara langsung tapi tetap ada korelasinya dengan bursa saham. Analisis Makro meliputi stabilitas ekonomi negara, pendapatan per kapita negara, pertumbuhan ekonomi suatu negara, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, situasi politik, dll.

Analisis Sektoral

Analisis Sektoral adalah analisis yang berkaitan dengan performansi dan kondisi industri dalam rentang waktu tertentu. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah sektor industri tertentu sedang dalam tahap stagnan , tumbuh, akselerasi, atau malah sedang menurun. Dalam hal ini, kita dapat mengetahui potensi dari suatu perusahaan yang pada akhirnya mempengaruhi nilai sahamnya. Biasanya, jika sektornya sedang menurun maka sebagus apapun perusahaan tersebut, akan ikut terpengaruh.

Jadi sudah jelas mengapa analisis sektoral ini dipakai dalam menganalisa bursa saham. Analisis sektoral biasanya menggunakan dua model pendekatan yakni siklus industri dan siklus keuntungan. Kedua model tersebut saling melengkapi untuk memberitahu kita apakah sektor industri tertentu layak dipilih sebagai sarana investasi kita (melalui kepemilikan saham tentunya).

Analisis Fundamental (FA)

Analisis Fundamental (FA) adalah analisis yang berkaitan dengan kondisi perusahaan secara mendalam. Analisis Fundamental memperhitungkan semua aspek perusahaan yang biasanya diperoleh dari laporan keuangan. Analisis ini meliputi produk, market, managemen, dan keuangan. Sebenarnya Analisis Makro dan Sektoral adalah bagian dari Analisis Fundamental juga. Tapi agar bisa lebih fokus, maka kita pisahkan ke analisis tersendiri.

Bahan dasar utama untuk Analisis Fundamental adalah laporan keuangan perusahaan. Catat, laporan keuangan bukan rumor atau berita. Sering orang salah kaprah menyatakan bahwa telah menggunakan fundamental analisis padahal cuma mendasarkan keputusannya pada berita-berita di koran atau majalah keuangan. Itu bukanlah analisis fundamental. Analisis fundamental sebenarnya adalah dengan membedah laporan keuangan perusahaan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi perusahaan yang terkandung didalamnnya.

Analisis Teknikal (TA)

Analisis Teknikal (TA) adalah analisis yang berkaitan dengan pergerakan harga saham sebuah perusahaan. Analisis Teknikal berangkat dari asumsi bahwa semua hal di dalam bursa saham telah tercermin dalam pergerakan harganya. Ini berarti cukup mengetahui pergerakan harga untuk mengetahui kondisi keseluruhan bursa saham. Yah, setidaknya inilah yang dipercaya oleh para teknikalis.

Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan harga ditentukan oleh pembelian dan penjualan. Nah, inilah yang coba dianalisa, ke arah manakah harga saham akan bergerak – turun, tetap, atau naik. Analisis Teknikal menggunakan statistik masa lalu untuk menganalisa arah pergerakan harga masa depan. Karena menggunakan statistik masa lalu maka tidak ada ketepatan 100% pada hasilnya. Jadi para teknikalis harus bersiap jika ternyata analisanya tidak sesuai.

Comments

  1. Bukankah analisa (ekonomi) makro & analisa sektoral itu merupakan bagian dari analisa fundamental? Yg saya tahu, analisa fundamental itu dimulai dari analisa ekonomi global, kemudian ekonomi makro (nasional), sektoral, dan terakhir analisa per emiten (a.l. kinerja keuangan).

    • Yup boleh juga. Tergantung kitanya sih. FA juga bisa cuma menganalisa Laporan Keuangan. Yang makro dan sektoral tidak dimasukkan. Fokus pada fundamental perusahaannya saja.