Sejarah Pasar Saham Indonesia (Indonesia Stock Exchange/IDX/JKSE)

Pasar Saham Indonesia (IDX/JKSE) adalah salah satu pasar saham dengan pertumbuhan yang terbaik belakangan ini. Khususnya ketika pasar saham negara maju stagnan karena didera krisis ekonomi yang berkepanjangan. Jadi sangat berharga untuk mengetahui lebih jauh mengenai Pasar Saham Indonesia (IDX). Sebagai tahap pertama, mari kita membahas sejarah pasar saham Indonesia.

Embrio Pasar Saham Indonesia sudah dimulai dari 1912 di Batavia (sekarang dikenal sebagai Jakarta). Pasar Saham Batavia dibentuk oleh pemerintahan kolonial Belanda. Pasar saham ini menjadi pasar saham tertua nomor empat di asia – setelah pasar saham Bombay, Hongkong, dan Tokyo. Jadi kita bisa berbanggalah jika menilik dari faktor sejarah.

Pemerintahan kolonial Belanda menggunakan Pasar Saham Batavia untuk memperdagangkan saham-sama perusahaan belanda yang terletak di Indonesia – terutama perusahaan perkebunan, tambang, dan jasa. Pada masa itu pasar saham ini kurang berkembang. Itu karena Pasar Saham Batavia sering ditutup karena keadaan politik. Contohnya pada saat perang dunia I dan II. Dan juga margin keuntungannnya sangat terbatas saat itu.

Sejarah Bursa Saham Indonesia / BEI

Pasar Saham Batavia juga mengalami resesi besar (great recession) setelah perang dunia sehingga menjadi sangat tidak menarik bagi investor. Kemudian, tidak lama setelah itu, Indonesia merdeka pada tahun 1945. Tapi tetap saja pasar saham batavia masih belum menarik. Itu karena pemerintah Indonesia masih sibuk untuk mempertahankan dan membangun Indonesia. Sangat wajar ketika pemerintah melupakan pasar saham, dan lebih fokus ke pasar real.

Kemudian di tahun 1952, pemerintah Indonesia membuka kembali pasar saham Batavia (atau Indonesia). Tetapi, tetap saja, pemerintah belum fokus kepada pasar saham karena sibuk untuk menasiolisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan Jepang. Pada saat itu (1952 – 1977), Pasar Saham Indonesia berada dalam fase tanpa pertumbuhan dan menjadi sangat tidak menarik jika dibandingkan dengan pasar saham lainnya.

Untung saja pada tahun 1977, pemerintah Indonesia meluncurkan kembali pasar saham Indonesia secara professional. Pasar saham professional ini dikenal sebagai Pasar Saham Jakarta (Jakarta Stock Exchanges/JKSE). Saham pertama yang didaftarkan adalah saham PT. Semen Cibinong. Selanjutnya, pada tahun 1983, JKSE mengumumkan indeks dari JKSE yang kemudian lebih dikenal sebagai IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). IHSG adalah sebuah alat untuk mengukur kinerja dari pasar saham Indonesia (JKSE).

Tapi, dengan segala kemajuan ini, sampai tahun 1987, tetap saja pasar saham Indonesia (IDX/JKSE) belum menjadi tujuan investasi. Itu karena hanya ada 24 perusahaan yang terdaftar di dalamnya yang berarti terlalu sedikit pilihat untuk para investor. Dan juga, saat itu, tingkat potensi keuntungan sangat tidak menarik karena pergerakan harga saham dibatasi hanya 4%. Jadi sangat wajar jika transaksi sangat terbatas.

Untunglah, seiring pertumbuhan ekonomi, pemerintah Indonesia kemudian fokus kembali membenahi pasar saham Indonesia. Saat itu pemerintah mengumumkan sebuah stimulus yang dikenal sebagai “PakDes 1987” dan “PakDes 1988”. Stimulus ini adalah:

  1. Menawarkan otoritas lebih luas pada institusi pasar saham
  2. Proses registrasi yang dipermudah
  3. Pasar yang paralel
  4. Terbuka bagi investor asing

Paket stimulus ini berhasil untuk meningkatkan kinerja pasar saham Indonesia (IDX/JKSE) sehingga dibukalah pasar saham Surabaya pada tahun 1989. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar meningkat dengan pesat – juga dengan jumlah transaksinya. Kinerja terbaiknya adalah pada tahun 1997 dimana IHSG mencapai angka 750. Tetapi kemudian, karena krisis ekonomi 1998, IHSG jatuh ke angka 300.

Kemudian setelah krisis berakhir, pelan tapi pasti, pasar saham Indonesia bangkit kembali dan menembus angka 800 pada tahun 2004. Pasar saham Indonesia kemudian terus bertumbuh pesat sampai krisis global 2008. Pada saat krisis tersebut, IHSG mencetak rekor kejatuhan terbesarnya. Kemudian, setelah itu, pasar saham Indonesia tumbuh lebih spektakuler lagi. Bahkan mencetak beberapa rekor angka tertinggi di tahun 2011. Dan untuk tahun 2012, pasar saham Indonesia (IDX) tetap menjadi salah satu pilihan investor dari berbagai negara.

Trackbacks

  1. […] ada banyak terdapat karakteristik-karakteristik unik di bursa saham tapi tentu saja sangat sulit jika kita mempelajari semuanya sekaligus. Apalagi jika kita adalah […]