Pebisnis dan Trainer Saham

Dulu saya agak kurang hormat pada para Pebisnis Saham yang juga membuka jasa training. Saya bersikap sinis pada mereka-mereka ini. Menurut saya pebisnis saham yang memberikan training hanyalah tanda bahwa mereka adalah pebisnis yang gagal. Jika berhasil, tentu pendapatannya dari bisnis saham saja sudah cukup besar. Tidak perlu mencari tambahan pendapatan lagi dari memberikan training bukan?

Nah, jika benar mereka adalah pebisnis saham yang gagal, maka akan berbahaya sekali bagi pemula. Pemula yang belajar dari mereka. Para pemula ini kemungkinan besar akan mengikuti jejak mereka – menjadi pebisnis saham yang gagal. Namun apakah benar demikian adanya? Ternyata setelah mengarungi bisnis saham cukup lama, pandangan saya berubah. Saya malah menjadi hormat pada mereka-mereka ini.

Training Saham

Mereka adalah orang-orang yang benar-benar memandang saham itu adalah sebuah bisnis. Karena berpandangan seperti inilah, maka setiap peluang bisnis dari dunia saham mereka tangkap dan ber-aksi untuk merealisasikan potensi keuntungannya. Termasuk membuka jasa training saham. Ya, saya hormat karena mereka memandang saham adalah sebuah bisnis – alih-alih hanya tempat main-main, adu nyali,  dan bahkan berjudi.

Pada dasarnya, memandang saham sebagai sebuah bisnis adalah sikap dasar yang harus dimiliki semua pebisnis saham. Tentu jika ingin meraih untung yang konsisten dalam jangka panjang dari bursa saham. Dengan trainer yang mengerti hal ini, maka nilai dasar untuk pebisnis saham tentu akan tertanam pada para pemula. Ini akan menjadi pondasi yang sangat bagus bagi orang-orang yang baru memulai perjalanannya dalam bisnis saham.

Oleh sebab itu, saya menyarankan, kita-kita ini yang sudah berkecimpung lama dalam dunia saham agar mendukung para pebisnis saham yang juga sekaligus sebagai trainer. Dalam jangka waktu lama ini akan menguntungkan kita juga karena akan banyak orang-orang yang memiliki sikap dasar yang benar dalam berbisnis saham sehingga pergerakan harga saham tidak akan terlalu liar akibat aksi spekulasi. Ini akan mengurangi resiko berbisnis saham.