Memilih Saham: Studi Kasus Saham BUMI

Jika anda pembaca setia sekolah saham maka pasti menyadari jika tidak pernah ada saham BUMI (Bumi Resources)dalam rekomendasi mingguan. Dan jangan berharap ada dalam waktu dekat ini. Mungkin dimasa mendatang, BUMI akan muncul dalam rekomendasi mingguan. Tapi tidak untuk saat ini. Tentu ada alasan-alasan dibalik hal tersebut. Inilah yang akan dibahas dalam artikel ini sebagai bahan pembelajaran.

Sebagai studi kasus agar para pembaca sekolah saham lebih mengerti bagaimana prakteknya saya memilih saham. Seperti yang sudah pernah disinggung, saya menggunakan Analisis Fundamental (FA) untuk memilih saham yang akan masuk di watchlist. Setelahnya, jika lolos, penentuan Jual dan Beli akan ditentukan oleh Analisis Teknikal (TA). Nah, dalam tahap Analisis Fundamental (FA) lah Bumi Resources (BUMI) tidak lolos.

Sebelum mulai membedah, mari kita lihat Fundamental BUMI yang saya ambil dari web ipotnews berikut:

Memilih-Saham-BUMI

Pertama saya lihat Sales Growthnya. Standar saya adalah 5% atau diatasnya. Nah, untuk saringan pertama ini BUMI langsung tidak lolos. Biasanya sih langsung saya tinggalkan. Nggak akan buang-buang waktu untuk menganalisa lebih jauh. Namun, sebagai bahan pembelajaran, mari kita teruskan. Yang kedua, saya akan lihat nilai PER (Price to Earning Ratio) nya. Tampak bahwa PER BUMI sangat kecil. Ini sebenarnya bagus karena pertanda sahamnya murah.

Namun, standar saya adalah PER diantara 3 sampai 20. PER dibawah 3 berarti saham tersebut benar-benar tidak ada harganya bagi pasar. Bisa jadi memang tidak berharga atau ternyata pasar yang tidak menyadari betapa berharganya saham tersebut. Yang manapun alasannya, saya tetap tidak akan mau membeli saham tersebut. Toh, walau alasannya karena belum disadari,ini berarti saham tersebut tidak akan naik dalam waktu dekat ini. Jadi, BUMI juga tidak lolos dari saringan kedua – PER.

Sekarang mari kita lanjutkan analisanya. Tampak bahwa ROE (Return Of Equity) nya cukup tinggi yakni sebesar 686.41%. Sangat menggiurkan. Standar saya adalah ROE diatas 10% sudah cukup bagus untuk dikoleksi. Jelas, BUMI lolos dalam saringan ROE ini. ROE ini memberitahu tingkat pengembalian dari modal yang kita tanamkan dalam saham. ROE 686.41% berarti modal anda akan berkembang sebesar 686.41%.

Sekarang, mari kita lihat saringan selanjutnya yakni Debt/Equity (DER).  Tampak bahwa DER dari BUMI adalah -74.38. Standar saya adalah DER antara 0 sampai 1. Jelas, dalam hal ini. BUMI tidak lolos dari saringan DER.  Angka -74.38 ini memberitahu kita bahwa jumlah utang jauh lebih besar dari ekuitas BUMI. Ini berarti penguasa perusahaan tersebut adalah para kreditur bukan investor. Jadi buat apa ber-investasi pada perusahaan seperti demikian bukan?

Nah, dari semua analisa yang telah dilakukan dapat diperoleh bahwa BUMI gagal dalam saringan Sales Growth, PER (Price To Earning Ratio), Debt/Equity (DER). BUMI lolos dalam saringan ROE (Return of Equity). Jelas saham BUMI (Bumi Resources) tidak akan masuk dalam wathclist saya karena hanya saham-saham yang lolos semua kriteria yang layak masuk dalam watchlist. Jadi, demikianlah prosesnya hingga saham BUMI tidak pernah direkomendasikan – setidaknya dalam waktu dekat ini.