Ketika Bursa Saham dalam Tren Turun (Bearish)

Seperti yang telah pernah dibahas, Bursa Saham Indonesia (BEI) sedang dalam tren turun (Bearish). Ada kemungkinan pergerakan bursa akan terus menurun, menurun, dan menurun. Berhubung tidak diijinkanya short selling, kemungkinan kita hanya akan bisa jadi penonton saja. Mau tidak mau ya begitu. Sebab, jika kita paksakan untuk tetap bertransaksi, hanya kerugianlah yang akan didapatkan. Toh, sudah jelas, penurunan akan lebih kuat dari penaikan harga.

Memang sih, tidak semua saham bergerak searah dengan bursa. Namun, jika dibandingkan, amat sedikit saham yang bergerak tidak searah. Kebanyakan bergerak searah bursa. Ini berarti akan sulit untuk mencari saham-saham yang dapat kita transaksikan selam tren turun ini. Dapat dikatakan bahwa strategi mengikuti tren sudah tidak dapat digunakan dalam situasi ini. Sebenarnya, tidak terlalu tepat juga jika dikatakan tidak berlaku.

Tren-Turun-Bearish

Tepatnya, strategi mengikuti tren (follow the trend) akan membuat kita tidak akan bertransaksi. Jelaslah sudah, jika masih ingin bertransaksi dalam tren turun (bearish), kita perlu menggunakan strategi yang lain. Melalui artikel ini akan saya bagikan beberapa hal yang dapat dilakukan agar dapat tetap bertransaksi dalam kondisi tren turun (bearish). Sebelumnnya, perlu saya ingatkan, agar harus benar-benar disiplin. OK, berikut beberapa hal tersebut:

#1. Hanya Membeli Saham yang Bertumbuh

Dalam hal ini, kita hanya boleh membeli saham dari perusahaan yang mempunyai penjualan dan keuntungan yang masih terus bertumbuh. Jika penjualan dan keuntungan masih terus bertumbuh, serendah apapun nilai sahamnnya, akan naik drastis jika sudah dalam kondisi normal. Sebenarnya, inilah kesempatan untuk mengumpulkan saham dari perusahan bagus dengan harga yang sangat murah. Jadi, jangan ragu untuk membeli saham (walau harga terus turun) selama keuntungan dari perusahaan tersebut tetap bertumbuh.

#2. Hanya Membeli Saham dari Sektor yang Bagus

Ada pendapat bahwa sebagus apapun sebuah saham (atau perusahaan yang menerbitkan saham tersebut), tidak akan memberikan harga bagus jika sektornya tidak cukup bagus – atau bahkan jelek. Oleh karena itu, pastikan untuk hanya membeli saham bagus yang juga berada dalam sektor yang bagus. Jadi, selalu lakukan analisa sektor. Cari tahu apakah bisnis di sektor tersebut memang sedang dalam kondisi yang bagus dan akan terus bagus di hari kedepannya. Pertumbuhan sektornya harus benar-benar kuat.

#3. Hanya Membeli Saham pada Support Kuatnya

Dalam kondisi tren turun (bearish), resiko akan sangat besar. Kekuatan penurunan akan sangat kuat. Tidak akan bijak untuk membeli saham berdasarkan support minor dan support mendiumnya. Ini karena kemungkinan besar support tersebut akan gampang ditembus karena tekanan jual yang sangat kuat. Lain dengan support kuat, kemungkinan pergerakan akan memantul ketika menyentuh support kuatnya. Pemantulan inilah sebuah kesempatan bagi kita untuk menghasilkan keuntungan dalam tren turun (bearish).

#4. Menjual Saham dengan Cepat

Pada tren turun (bearish), resiko akan sangat tinggi. Ini karena kekuatan jual benar-benar sedang sangat kuat. Setiap kenaikan sedikit akan dibalas dengan penurunan yang banyak. Berarti, memegang saham dalam waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang bijak. Kita harus segera menjual saham yang telah kita beli sebelumnnya. Sebaiknya, begitu harga telah naik walau sedikit, kita harus langsung menjualnya. Tidak perlu menunggu harga naik lebih tinggi lagi. Strategi penjualan cepat ini dikenal sebagai teknik scalping. Ya, kita harus menjadi scalper dalam situasi bursa saham yang bearish.