Pilihan Instrumen untuk berInvestasi

Kemungkinan, kita semua telah mengenal (atau bahkan telah menggunakan) beragam instrumen investasi. Setiap instrumen akan menawarkan karakter investasinya masing-masing yang mungkin sesuai dengan gaya investasi kita atau mungkin juga tidak. Jika sesuai maka tentu bisa diharapkan imbal hasil yang optimal dan sebaliknya, jika tidak sesuai maka imbal hasilnya pasti tidak memuaskan.

Jelaslah sudah betapa pentingnya untuk memilih instrumen investasi yang sesuai dengan gaya investasi kita masing-masing agar imbal hasil yang diperoleh bisa optimal. Dalam hal ini, kita perlu memastikan dua hal yakni:
1. mengenal instrumen investasi yang tersedia
2. mengenal gaya investasi kita masing-masing.

Hanya dengan dua hal tersebutlah maka kita akan dapat melakukan investasi dengan nyaman dan menghasilkan imbal hasil yang optimal. Dalam artikel ini mari kita bahas beberapa instrumen investasi yang tersedia di pasar. Diharapkan kita dapat mengetahui pilihan yang tersedia dan pada akhirnya dapat memilih instrumen investasi yang tepat bagi kita masing-masing. Ok, berikut instrumen investasi yang dapat kita pilih:

Instrumen Investasi

Uang Tunai

Sebenarnya, alih-alih sebagai instrumen investasi, uang tunai lebih tepat disebut alat untuk melakukan investasi di instrumen investasi yang tersedia. Kita tidak akan bisa berinvestasi jika tidak memiliki uang tunai bukan? Juga tidak disarankan untuk berinvestasi jika kita tidak punya uang yang mencukupi untuk membiayai hidup sehari-hari. Setidaknya untuk membiayai hidup 6 bulan tanpa ada pemasukan.

Tapi, uang tunai tetap dapat disebut sebagai instrumen investasi jika kita memang perlakukan dia sebagai investasi. Misalnya kita tabung atau depositokan uang tunai tersebut sehingga kita dapat menikmati bunga darinya. Bunga tersebut adalah imbal hasil yang kita peroleh dari kegiatan investasi tersebut. Kelebihan instrumen investasi ini adalah karakteristiknya yang likuid sehingga akan sangat membantu jika kita butuh uang sewaktu-waktu.

Obligasi

Obligasi adalah pilihan lain untuk berinvestasi. Memiliki obligasi berarti kita (para investor) sedang meminjamkan uang kepada negara atau perusahaan dengan tingkat bunga tertentu sebagai imbal hasil. Obligasi adalah instrumen investasi yang menawarkan stabilitas dan tingkat resiko yang rendah. Jika kita ingin imbal hasil yang pasti dan resiko kehilangan uang yang kecil maka obligasi negara mungkin pilihan yang tepat.

Kekurangan obligasi adalah tingkat imbal hasil (ROI) nya cukup rendah. Ini sesuai dengan resiko yang kecil. Seperti kita ketahui bersama bahwa resiko biasanya berbanding lurus dengan imbal hasil – semakin tinggi resiko, semakin tinggi imbal hasil. Walau demikian, obligasi tetap adalah sebuah pilihan untuk investasi karena biasanya imbal hasilnya masih diatas tabungan atau deposito.

Saham

Saham adalah pilihan investasi berikutnya. Saham dikenal luas dikalangan investor karena mempunyai imbal hasil (ROI) yang tinggi. Bagi saya sendiri, saham adalah instrumen investasi favorit. Itu karena imbal hasil tinggi dengan resiko yang dapat dikelola. Tentu untuk dapat mengelola resikonya kita harus punya pengetahuan yang cukup. Jika tidak, maka berinvestasi di saham menjadi beresiko tinggi.

Seperti biasa, jika resikonya terlalu tinggi sebaiknya kita hindari untuk berinvestasi di dalamnya. Pada dasarnya saham menawarkan kepemilikan terhadap sebuah perusahaan dengan biaya sebanyak harga pembelian saham tersebut. Imbal hasil yang kita peroleh bisa dari pembagian keuntungan oleh perusahaan (deviden) atau selisih harga saham itu sendiri. Biasanya imbal hasil akan sejalan dengan performansi bisnis dari perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.

Reksadana

Reksadana adalah pilihan investasi yang juga populer (selain saham). Ini karena reksadana adalah instrumen investasi yang mudah dilakukan dengan imbal hasil (ROI) yang cukup tinggi. Bahkan, imbal hasilnya bisa lebih tinggi dari investasi yang beresiko lebih tinggi seperti saham. Reksadana sebenarnya tidak mudah-mudah amat tapi karena pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi maka kerumitannya tidak kita rasakan.

Dengan kata lain kita cukup duduk manis menunggu imbal hasil yang lumayan. Dengan biaya tertentu, para manager investasi dengan senang hati membantu kita untuk mengembang biakkan uang kita dengan tepat. Itulah yang ditawarkan oleh Reksadana. Tetap, kita perlu melakukan PR kita yakni memilih manager investasi yang tepat sehingga imbal hasil yang kita peroleh optimal dengan tingkat resiko yang kecil.

Derivatif

Derivatif adalah instrumen investasi yang mempunya resiko tinggi. Dalam hal ini kita menginvestasikan uang kita pada produk turunan (derivatif) dari instrumen investasi lainnya. Sebagai contoh, Forex (pertukaran mata uang) adalah turunan dari instrumen investasi uang tunai dan Option adalah turunan dari instrumen investasi saham. Umumnya, Derivatif digunakan sebagai alat lindung nilai (hedging) untuk investasi lainnya.

Yup, pada mulanya instrumen investasi ini diciptakan untuk alat lindung nilai bagi instrumen investasi lainnya. Tapi pada gilirannya, karena semakin berkembang, maka derivatif sendiri telah menjadi pilihan utama untuk berinvestasi. Nilai pasarnya telah semakin tinggi dan semakin tinggi karena digunakan secara lebih luas. Karakteristik terkininya adalah imbal hasil (ROI) yang sangat tinggi dengan resiko yang juga relatif tinggi.

Properti

Properti, tentu kita semua mengenal instrumen investasi ini. Bahkan jika kita tidak tahu apa itu investasi, saya jamin, kita tetap mengenal apa itu properti. Properti menawarkan imbal hasil yang sangat terjamin dengan resiko yang sangat kecil. Jadi tidak heran jika instrumen investasi ini sangat dikenal. Imbal hasil (ROI) nya bisa diperoleh dari kenaikan harganya dan juga dari nilai sewanya.

Selama kondisi ekonomi tidak dalam krisis maka dapat dikatakan, instrumen investasi ini menawarkan investasi dengan tanpa resiko. Tapi ada dua kelemahan yakni memerlukan modal yang besar dan tidak liquid. Jadi properti bukan untuk semua. Kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa semua kebutuhan sehari-hari telah terpenuhi plus dana cadangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam properti.