Waktu Adalah Uang

Waktu adalah Uang

Kita tentu sudah sering mendengar adegium di atas. Terutama dengar dalam dunia bisnis. Yup, Waktu adalah uang merupakan filosofi kehidupan sehari-hari kebanyakan pebisnis. Bahkan ada yang sampai ekstrim hingga waktunya habis semua untuk uang. Waktu buat diri sendiri terabaikan. Tentu tidak sehat juga jika sampai tahap ekstrim.

Tapi sudahlah. Dalam hal apapun selalu ada segelintir orang yang bertindak ekstrim. Yang penting kita dapat menjaga diri agar tidak sampai jatuh kedalamnya. Mari kembali pada pokok bahasan artikel ini. Memahami bagaimana keterkaitan adegium Waktu adalah Uang dalam bisnis saham.

Waktu adalah Uang

Tentu, kaitannya sangat erat. Ini karena saham adalah sebuah bisnis juga. Setidaknya sikap Sekolah Saham terhadapnya. Jelas, sebagai adegium yang lahir dalam dunia bisnis, Waktu adalah Uang juga sangat erat kaintannya dengan bisnis saham — baik bagi trader saham atau investor saham.

Dapat dikatakan bahwa waktu berperan sangat penting untuk dapat menghasilkan uang dalam bisnis saham. Waktu adalah Uang benar-benar terkejawantahkan dalam bursa saham. Tidak peduli anda trader atau investor. Tidak peduli teknik apa yang digunakan. Waktu tetap menjadi faktor yang sangat penting.

Bagi trader saham, setiap detik amat berharga. Berharga untuk menemukan potensi keuntungan dari pergerakan saham. Waktu jugalah yang memungkinkan untuk mengubah potensi tersebut menjadi keuntungan. Dengan kata lain, sebagai trader, kita harus sangat menghargai waktu. Jangan membuang-buang waktu untuk hal yang tidak relevan bagi trading kita.

Bagi investor saham, waktu adalah faktor utama yang memungkinkan untuk melipatgandakan uang yang ditanamkan dalam saham. Uang yang di-investasikan. Waktu adalah sahabat terdekat bagi para investor. Waktulah yang membuat aset dapat berlipat ganda. Tanpa waktu yang cukup, hampir mustahil bagi investor untuk menumbuhkan asetnya.

Dapat dilihat bahwa dalam hal ini ada perbedaan sudut pandang para trader dan investor terhadap waktu. Bagi trader waktu terpanjang digunakan untuk  menemukan saham yang memberikan keuntungan optimal. Bagi investor, waktu terpanjang digunakan untuk melipat-gandakan nilai aset (saham).

Walau punya perbedaan terhadap memanfaatkan waktu. Keduanya sangat tergantung pada waktu. Keduanya harus benar-benar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar dapat mencapai hasil yang diinginkan. Dapat dikatakan bahwa waktu adalah faktor terpenting dalam bisnis saham — baik untuk trading saham maupun investasi saham. Jadi, jika ingin sukses, jangan buang-buang waktu. Pergunakanlah sebaik mungkin.