Semua Harus Ada alasannya

Masih terus merugi? Padahal sudah punya pengalaman cukup lama di bursa saham, tapi kok ya susah banget untuk konsisten untung. Alih-alih untung, malah rugi. Jika mengalami seperti ini, kita perlu menarik diri dulu dari bursa saham kemudian menganalisa bagaimana selama ini kita melakukan bisnis saham. Menemukan akar masalahnya.

Saya akan membagikan sedikit pengalaman. Semoga pengalaman ini dapat membantu pembaca menemukan apa masalahnya hingga kok susah untung konsisten. Atau malah masih terus merugi. Berdasarkan pengalaman pribadi itu semua karena kita tidak punya alasan membeli dan alasan menjual.

Beli saham harus ada alasannya

Kita hanya membeli dan menjual ikut-ikutan saja. Kita tidak tahu mengapa harus membeli dan menjual sebuah saham. Kita melakukan beli dan jual tanpa alasan kuat yang mendukungnya. Saham ini adalah bisnis yang serius. Bisnis (yang sulit) seperti bisnis lainnya. Jadi harus dianggap serius, bukan mainan yang bisa sekedar ikut-ikutan saja.

Kita harus punya pengetahuan yang cukup hingga dapat memberi konteks (baca: alasan) pada setiap transaksi yang kita lakukan. Bahkan pada saat kita memilih untuk tidak bertransaksi. Alasan ini tentu tidak sembarang alasan. Harus dapat dipertanggung-jawabkan secara keilmuan yang ada.

Tentu saja kita bebas memilih bidang keilmuan yang ada. Bisa Fundamental, Teknikal, dan lain sebagainya. Asal memang bidang keilmuan ini sudah terbukti dan diakui oleh para pelaku bisnis saham. Jadi belajarlah hingga anda dapat benar-benar memahami mengapa harus membeli, mengapa harus menjual, mengapa harus tidak membeli, dan mengapa harus tidak menjual.