Memanfaatkan Optimisme dan Pesimisme di Bursa Saham

Sebulan kebelakang, saya membaca dua buku yang membahas tentang Warren Buffet – tentu dibahas juga bagaimana strategi Warren Buffet dalam ber-investasi di bursa saham. Nah, yang menarik perhatian saya adalah tentang bagaimana Warren Buffet memandang pasar. Bagaimana Warren Buffet memilih untuk berteman dengan pasar. Saya masih kurang jelas sebenarnya apakah hal tersebut murni dari perkataan Warren Buffet atau hanya hasil penafsiran sang penulis saja.

Pandangan Warren Buffet tersebut adalah pasar itu seorang teman yang dipanggilnya dengan sebutan Tuan Pasar (Mr. Market). Tuan pasar ini setiap hari mendatangi Warren Buffet untuk membeli atau menjual saham pada harga tertentu. Sampai sejauh ini sih normal-normal saja. Tidak ada sesuatu yang wah – sesuatu yang patut kita cermati. Namun ternyata Warren Buffet sangat mengenal Tuan Pasar ini. Tuan pasar ini mempunya kepribadian yang sangat ekstrim.

optimisme-dan-pesimisme

Dia mudah sekali panik – baik panik jual atau panik beli. Dalam term yang lebih umum, panik jual disebut sebagai sikap yang sangat pesimis, dan panik beli disebut sebagai sikap yang sangat optimis. Ketika cuaca sedang tidak bersahabat, tuan pasar akan sangat pesimis sehingga akan menjual saham dengan harga yang sangat murah. Sebaliknya, ketika cuaca sedang bersahabat, tuan pasar akan sangat optimis sehingga berani membeli saham pada harga berapapun.

Sifat ekstrim dari Tuan Pasar inilah yang dimanfaatkan oleh Warren Buffet untuk meraih keuntungan optimal – dan seharusnya kita manfaatkan juga. Warren Buffet akan dengan senang hati membeli saham yang ditawarkan oleh Tuan Pasar yang sedang dalam kondisi sangat pesimis. Dalam situasi ini tentu harga yang ditawarkan oleh Tuan Pasar akan sangat murah. Potensi keuntungan akan sangat besar karena harga pembelian akan benar-benar murah.

Dilain waktu, Warren Buffet akan sangat senang menjual sahamnya pada Tuan Pasar yang sedang dalam kondisi sangat optimis. Dalam situasi ini tentu harga pembelian dari Tuan Pasar akan sangat tinggi. Keuntungan yang diraih tentu tidak sedikit karena berhasil menjual pada harga yang sangat premium. Nah, beginilah kira-kira Warren Buffet memanfaatkan Tuan Pasar hingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Hanya memanfaatkan kondisi pasar yang sedang sangat optimis atau yang sedang sangat pesimis. Dia melakukan pembelian pada kondisi yang sangat pesimis dan melakukan penjualan pada kondisi yang sangat optimis. Walau strategi ini sangat sederhana namun tingkat kehandalannya sudah terbukti. Toh, Warren Buffet berhasil jadi salah satu orang terkaya di dunia. Jadi, tidak ada salahnya kita mencoba menggunakan strategi yang berlandaskan optimisme dan pesimisme ini.