Analisa Saham Tidak Harus Selalu Benar

Artikel  ini adalah tentang kesalahan para pemula yang paling umum dilakukan. Ini berdasarkan pengalaman Sekolah Saham ketika dulu masih pemula. Berpendapat bahwa sebuah analisa saham itu harus selalu benar. Jadinya berusaha mati-matian agar setiap analisa yang dilakukan tepat 100%.

Tidak ada ruang untuk kesalahan. Demikian juga perlakuan terhadap analisa orang lain. Harus selalu benar. Jika salah, akan mencemooh — walau dalam hati doank sih. Tapi tetap saja mencemooh. Dan Sekolah Saham lihat, banyak juga yang melakukan kesalahan pemula tersebut.

Maka hadirlah artikel ini untuk memberikan kesadaran bahwa pandangan analisa harus selalu benar itu adalah pandangan yang keliru. Selain keliru juga sangat berbahaya. Bahayanya adalah kita akan kehilangan kepercayaan terhadap yang namanya analisa saham. Ini karena  pada dasarnya hampir mustahil analisa itu 100% benar.

Secanggih apapun analisa saham yang dilakukan, selalu ada ruang untuk salah. Nah, jika kita menganggap analisa harus selalu benar, ketika ternyata salah, tentu kita jadi tidak bisa mempercayai sebuah analisa. Masih mending jika hanya tidak percaya pada analisa orang lain. Tidak akan terlalu berbahaya.

Analisa Saham Tidak Harus Selalu Benar

Masalahnya, ketika menganalisa sendiri ya tidak mungkin juga benar 100%. Pasti pada suatu saat ada hasil analisa yang salah. Kitapun jadinya tidak percaya pada analisa sendiri. Ini hal yang sangat berbahaya. Ketika hal ini terjadi terus-menerus, pada akhirnya kita akan menganggap tidak mungkin menganalisa saham.

Lebih jauh lagi. Kita tidak akan dapat percaya bahwa saham itu adalah sebuah bisnis yang feasible. Sebuah bisnis seperti bisnis lainnya. Bisnis yang dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan keuangan kita. Sangat berbahaya bukan? Kita akan membuang kesempatan untuk turut serta menikmati pertumbuhan ekonomi.

Yup, bursa saham adalah salah satu tempat bagi kita untuk ikut serta menikmati pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada sebuah negara — bahkan pertumbuhan ekonomi global. Sungguh sebuah kerugian besar bukan? Hanya gara-gara sebuah pandangan yang keliru. Pandangan bahwa sebuah analisa itu harus selalu benar.

Nah, jika sudah menyadari mengenai kesalahan pemula ini. Mari mulai mencamkan bahwa analisa itu tidak harus selalu benar. Analisa itu boleh (dan wajar) salah. Dengan menerima hal ini, kita bisa bergerak ke tingkat selanjutnya. Mempelajari bagaimana mengantisipasi jika ternyata sebuah analisa salah.

Yup, ini yang penting. Bukan analisa yang harus selalu benar. Analisa itu boleh salah dan kita masih dapat menikmati keuntungan yang optimal. Ini selama kita siap ketika ternyata analisa salah. Kita dapat mengantisipasinya. Jadi yang harus kita pelajari adalah apa yang harus dilakukan ketika ternyata analisa kita salah.

Sekedar gambaran umum saja. Sekolah Saham mengantisipasi sebuah kesalahan analisa dengan cara akan langsung menjual saham. Tentu saat benar-benar telah terkonfimasi bahwa analisa yang dilakukan salah. Untuk lebih detail, akan dibahas dalam artikel lainnya. Yang penting, sekarang kita sudah menyadari bahwa analisa itu tidak harus selalu benar.