Diversifikasi atau Fokus?

Hidup ini memang pilihan. Begitu banyak pilihan yang tersedia dengan konsekuensinya masing-masing. Sebagai bagian dari hidup maka dalam bisnis saham juga banyak tersedia pilihan. Mulai dari memilih sebagai trader atau investor, resiko yang dapat ditanggung besar atau kecil, saham-saham bluechip atau lapis ketiga, dll. Pokoknya banyaklah pilihan-pilihan yang tersedia dalam perjalanan kita untuk mencapai kebebasan finansial melalui binsisi saham.

Nah, Salah satu pilihan yang akan kita bahas adalah masalah diversifikasi atau fokus. Sebuah pilihan yang umumnya muncul bagi para investor dan trader saham. Manakah pilihan yang paling tepat bagi kita:

  • Mendiversifikasi dana kita terhadap banyak saham atau,

  • Memfokuskan dana kita hanya kepada satu saham

Saham, Diversifikasi atau Fokus

Seperti halnya pilihan dalam hidup, kedua pilihan di atas punya konsekuensi masing masing. Ketika memilih untuk diversifikasi, maka keuntungan dan resiko akan ikut terdistribusi ke masing-masing saham. Resiko akan mengecil namun potensi keuntunganpun akan ikut mengecil. Sebaliknya, ketika memilih untuk fokus pada satu saham, kuntungan dan resiko pun akan terkonsentrasi. Potensi keuntungan akan lebih besar namun seiring dengan resiko yang juga membesar.

Nah, sekarang pilihan yang terbaik yang mana? Kembali lagi bahwa tidak ada jawaban eksak dalam bisnis saham. Jawabannya adalah relatif. Tergantung profil kita masing-masing. Jika kita lebih nyaman untuk mengurangi resiko dan keuntungan seadanya maka pilihan diversifikasi mungkin yang paling tepat. Sebaliknya, jika kita lebih nyaman dengan memaksimalkan keuntungan tanpa peduli resiko maka pilihan fokus adalah mungkin jawaban bagi kita.

Memang pada akhirnya akar solusinya adalah mengenal diri kita terlebih dahulu. Setelah mengenal diri maka kita akan dapat membuat keputusan yang tepat terhadap pilihan-pilihan yang tersedia dalam perjalanan mengarungi bursa saham. Termasuk pilihan untuk mendiversifikasi alokasi dana pada banyak saham atau malah fokus hanya pada satu saham. Jika kita mengenal diri kita sendiri maka kita akan punya jawaban yang paling tepat.

Bahkan tidak mustahil kita bisa menciptakan pilihan ketiga sebagai jawaban untuk kedua pilihan tersebut. Misalnya jika ternyata profil kita adalah moderat, maka kita dapat mengkombinasikan kedua pilihan tersebut menjadi pilihan baru yakni memfokuskan dana kita pada sedikit saham – alih-alih mendiversifikasi pada banyak saham atau cuma fokus pada satu saham. Dengan demikian keuntungan dapat lebih besar dari pilihan untuk diversifikasi dan resiko lebih kecil dari pilihan untuk fokus.