Seri Indikator Analisis Teknikal: Cara Mudah Untuk Mengetahui Tren di Bursa Saham Indonesia Menggunakan MACD

Sudah berulangkali saya menyinggung tentang tren dalam artikel-artikel di sekolah saham ini. Itu karena menurut saya, tren-lah sahabat terbaik bagi para trader saya. Dan iya, saya adalah seorang trader. Berdasarkan pengalaman saya selama ini, mengikuti tren-lah cara termudah dan ter-erfektif untuk mendulang rupiah dari bursa saham Indonesia. Tren jugalah yang dapat memberitahu strategi apa yang tepat digunakan untuk kondisi kekinian bursa saham.

Seperti kita tahu bersama, kondisi bursa saham Indonesia sedang tidak kondusif. Harga-harga berfluktuasi cenderung menurun dalam 4 bulan (sejak bulan lima kalo tidak salah). Saya memprediksi telah banyak para trader maupun investor yang mengalami kerugian besar. Apalagi jika pembelian saham dilakukan saat IHSG sedang dalam poin tertingginya. Kerugian ini lebih kepada karena kita tidak dapat beradaptasi dengan kondisi bursa yang telah berubah dari Bullish menjadi Bearish.

Potensi kerugian akan besar jika kita memakai strategi trading untuk kondisi Bullish dalam kondisi bursa yang sedang Bearish. Seyogyanya kita harus menggunakan strategi yang sesuai dengan kondisi bursa terkini – bearish, bullish, atau datar. Mengetahui tren bursa yang sedang terjadi akan sangat menolong untuk memperoleh keuntungan maksimal sembari meminimalkan resiko. Ini adalah impian dari semua trader saham bukan?

Untunglah mengetahui tren bursa saham itu sangat mudah. Tersedia berbagai macam indikator analisis teknikal yang dapat kita gunakan. Saya sendiri menggunakan MACD bar untuk mendeteksi tren dari bursa saham Indonesia. Saya menggunakannya karena sangat sederhana dan sangat feasible. Berikut cara sederhana saya untuk mendeteksi tren Bursa Saham Indonesia dengan menggunakan MACD bar.

IHSG Mingguan

IHSG Mingguan

IHSG Bulanan

IHSG Bulanan

Seperti yang dapat dilihat pada kedua gambar di atas, saya mengutilisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk mendeteksi tren bursa saham Indonesia. Saya menggunakan dua periode waktu yakni mingguan dan bulanan. Cara yang saya gunakan cukup sederhana yakni melihat warna MACD bar. Bursa sedang Bullish jika warna MACD barnya hijau dan Bearish jika MACD barnya berwarna merah. Dapat dilihat dari gambar (dalam kotak biru) bahwa warna MACD bar terakhir baik mingguan maupun bulanan adalah merah.

Ini berarti bahwa bursa saham Indonesia sedang dalam tren turun (bearish) yang sangat kuat. Amannya kita sebaiknya tidak usah trading.Jika masih ingin trading, kita harus menggunakan strategi hit and run karena dalam kondisi ini, penurunan harga akan lebih besar daripada kenaikan harga. Jadi strategi hold jelas-jelas tidak cocok untuk situasi sekarang ini. Jika nanti bar hijau muncul dalam IHGS mingguan, kita dapat menahan saham lebih lama tapi tidak boleh lebih dari seminggu.

Ketika bar hijau muncul dalam IHSG bulanan, barulah kita boleh kembali ke strategi masa Bullish. Kita boleh menahan saham sangat lama dan membiarkan keuntungan terus terakumulasi. Kita sudah boleh menggunakan full power. Tapi itu nanti, jika bar hijau sudah muncul dalam chart IHSG bulanan. Untuk sekarang ini, kondisi masih dalam tren turun yang kuat. Jadi berhati-hatilah. Cukup sederhana bukan cara untuk mendeteksi tren dan menggunakannya untuk keperluan trading kita?