Buat Para Underdog

Jose Mourinho adalah pelatih sepakbola yang saya benci sekaligus kagumi. Benci karena beberapa kali dia telah “melukai” tim favorit saya – Manchester United (MU). Kagum karena memang dia adalah pelatih yang jenius. Pelatih yang dengan taktiknya bisa mengalahkan lawan-lawan yang dianggap lebih kuat dari tim yang dilatihnya. Terutama ketika Jose Mourinho bisa membawa Porto menjadi juara Liga Champion.

Sebuah tim se-semenjana Porto dapat mengangkangi para raksasa Eropa. Para raksasa yang kelihatannya tidak mungkin ditumbangkan oleh tim sekecil Porto. Namun ternyata “keajaiban” David versus Goliath terjadi. Dengan taktik yang tepat, Porto dapat mengalahkan semua tim – termasuk para raksasa Eropa. Lah, kok ceritanya malah tentang sepakbola? Ini masih sekolah saham kan? Masih membahas tentang saham kan?

Trader-Saham-Retaill-Underdog

Mungkin itu pertanyaan yang muncul dikepala ketika membaca kedua paragraph awal diatas. Tenang saja.  Ini masih sekolah saham dan masih membahas tentang saham. Paragraf diatas hanyalah sekedar pengantar (intro) untuk membahas topik kita kali ini – underdog. Dapat dilihat bahwa tim yang dibesut Mourinho – terutama Porto, adalah tim underdog. Tim yang dianggap hanya penggembira saja dan tidak mungkin menjadi juara.

Jangankan jadi juara, melaju sampai babak selanjutnya saja dianggap berat. Namun ternyata, dengan taktik yang tepat, tim underdog tersebut dapat menjungkir balikkan semua prediksi. Mereka bisa keluar sebagai pemenang. Demikian juga kita para pebisnis saham kecil – para retailer. Banyak yang berpendapat bahwa para retailer hanya penggembira saja yang pada akhirnya akan menjadi pihak yang kalah. Pemenang adalah mereka yang punya modal besar.

Banyak orang beranggapan bahwa pada akhirnya, semua modal retailer akan “dirampok” oleh para pemodal besar. Ini karena sumber daya mereka sangat besar – bahkan dapat dikatakan tidak terbatas. Tentu berdasarkan akal sehat, para retailer akan dipermainkan sampai modal mereka habis. Semua hal itu benar jika para retailer tidak mempunyai pengetahuan yang cukup. Tidak menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi para pemodal besar tersebut

Seperti halnya Mourinho yang dapat menerapkan taktik yang tepat hingga dapat mengantar Porto menjadi juara Liga Champion. Demikian juga kita sebagai retailer, harus menggunakan strategi yang tepat agar tidak ditelan oleh para pemodal besar. Agar kita dapat meraih hasil yang optimal – keuntungan yang maksimal dengan resiko yang kecil. Yup, kita memang underdog dalam bursa saham. Namun, jangan berkecil hati.

Underdog tidak harus menjadi bulan-bulanan para upperdog. Underdog tetap bisa menggapai hasil yang maksimal.  Jadi, jangan menyerah tapi jangan konyol juga. Segeralah sisihkan waktu anda untuk belajar, belajar, dan belajar. Temukanlah strategi berbisnis saham yang paling tepat untuk para retailer.– para underdog.  Berdisiplinlah dalam menggunakan strategi tersebut. Niscaya, pada akhirnya kita akan keluar sebagai pemenang.