Bursa Saham Indonesia (BEI) Sudah Bearish

Besok, roda bisnis Bursa Saham Indonesia (BEI) kembali berputar kembali. Juga, siklus mingguan bursa kembali dimulai. Sebagai trader dengan jangka waktu mingguan, tentu, ini adalah saatnya sekolah saham mempersiapkan diri agar dapat meraih keuntungan maksimal sembari meminimalkan resiko. Sebagai langka pertama, sekolah saham akan berusaha memprediksi kondisi bursa untuk seminggu kedepan.

Seperti biasa, Sekolah saham menggunakan chart mingguan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menganalisa bagaimana kira-kira kondisi Bursa Saham Indonesia untuk seminggu kedepan.

IHSG Mingguan

IHSG-Mingguan-20140323

Pertama, mari kita lihat MACD Histogramnya. Tampak bahwa MACD Histogram terakhir berwarna merah, setelah sebelumnya berwarna hijau. Ini memberitahu kita bahwa secara mingguan, Bursa Saham Indonesia (BEI) sedang mengalami peralihan dari tren naik (Bullish) menuju tren turun (Bearish). Dengan kata lain, kemungkinan besar, seminggu kedepan, indeks masih akan terus bergerak turun.

Sekarang, mari kita lihat chart candlesticknya. Tampak bahwa candlestick terakhir adalah candlestick hitam berbatang panjang. Candlestick ini memberitahu kita bahwa pasukan Jendral Bearish benar-benar mendominasi pertempuran dalam seminggu kebelakang. Dapat diprediksi bahwa dalam seminggu kedepan, pasukan Jendral Bearish masih akan terus mendominasi bursa. Indeks masih akan terus bergerak turun.

Sekarang mari kita analisa dengan menggunakan Bollinger Band. Dapat dilihat bahwa candlestick berbatang hitam terbentuk setelah menyentuh batas atas Bollinger Band (yang merupakan resistan kuatnya). Ini memberitahu kita bahwa ada kemungkinan indeks akan terus bergerak turun hingga support kuatnya (garis MA20). Tampak bahwa ruang penurunan cukup besar dibanding ruang untuk naik kembali. Resiko telah lebih besar dibanding potensi kenaikan.

Sekarang, mari kita lihat volume transaksinya. Tampak bahwa volume transaksi terakhir lumayan tinggi. Hal ini memberitahu kita bahwa penurunan yang terjadi didukung oleh tenaga jual yang juga tinggi. Dapat dikatakan bahwa tren Bearish (yang dideteksi dengan 3 indikator) terkonfirmasi oleh volume transaksinya. Berdasarkan semua analisa yang telah dilakukan, sekolah saham memutuskan bahwa Bursa Saham Indonesia (BEI) sudah dalam tren turun (Bearish).