Bursa Saham Indonesia (BEI) Masih Saja Bearish

Sudah minggu lagi. Besok, siklus mingguan Bursa Saham Indonesia (BEI) akan dimulai lagi. Saatnya kita mempersiapkan diri agar dapat memperoleh hasil yang optimal untuk seminggu kedepan. Optimal dalam artian keuntungan yang maksimal dengan tingkat resiko yang minimal. Seperti biasa, sekolah saham akan mencoba untuk menganalisa bagaimana kira-kira pergerakan bursa untuk seminggu kedepan.

Prediksi mengenai pergerakan bursa akan sangat menentukan strategi trading apa yang akan digunakan sekolah saham untuk seminggu kedepan. Sekolah saham menggunakan grafik mingguan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melakukan analisa. OK, mari kita mulai.

IHSG Mingguan

IHSG-Mingguan-20140427

Pertama, mari kita liha MACD Histogramnya. Tampak bahwa MACD histogram terakhir masih berwarna merah. Ini memberitahu kita bahwa pergerakan Bursa Saham Indonesia (BEI) secara mingguan masih dalam tren turun (Bearish). Ini berarti sudah tiga minggu berturut-turut, MACD Histogram mengatakan bahwa bursa dalam tren Bearish. Untuk mengkonfirmasi hal ini, mari kita lihat indikator analisis teknikal (TA) lainnya.

Sekarang, mari kita lihat chart candlesticknya. Tampak bahwa setelah sebelumnya ada candlestick putih berbatang panjang, terbentuk sebuah candlestick hitam berbatang pendek. Ini memberitahu kita bahwa setelah sebelumnya didominasi pasukan Jendral Bullish, akhirnya kekuatan pasukan Jendral Bearish dapat mengimbangi. Dapat dikatakan bahwa kekuatan kedua pasukan seimbang yang menghasilkan pertempuran yang sangat sengit.

Namun, karena sebelumnya yang mendominasi adalah pasukan Jendral Bullish, dapat kita katakan bahwa kekuatan pasukan Jendral Bullish tengah melemah sementara kekuatan pasukan Jendral Bearish terus menguat. Jadi, dapat diprediksi bahwa pasukan Jendral Bearish akan memenangkan pertempuran untuk seminggu kedepan. Perlu dicatat, ini hanyalah prediksi, dapat saja terjadi sebaliknya. Toh, belum ada konfirmasi dalam hal ini.

Dapat kita lihat juga bahwa posisi candlestick terakhir sudah mendekati batas atas Bollinger Band. Terlihat bahwa jarak candlestick ke garis MA20 lebih jauh dibandingkan jarak ke batas atas Bollinger Band. Ini memberitahu kita bahwa potensi keuntungan yang ditawarkan telah lebih kecil dari resiko yang ada. Tentu ini adalah sebuah sinyal kita harus benar-benar hati-hati jika masih tetap ingin membeli saham. Sebaiknya jangan.

Sekarang, mari kita lihat volume transaksinya. Tampak bahwa volume transaksi lumayan meningkat . Ini memberitahu bahwa kemenangan pasukan Jendral Bearish benar-benar didukung oleh kekuatan yang terus membesar. Volume transaksi ini menguatkan bahwa kemungkinan dalam seminggu kedeapan, pasukan Jendral Bearish-lah yang berkuasa. Pergerakan bursa akan cenderung menurun untuk seminggu kedepan.

Sekarang mari kita gabungkan pergerakan chart candlestick dengan pergerakan MACD histogramnya. Tampak bahwa bursa masih membentuk pergerakan divergensi. Dapat kita lihat bahwa pergerakan harga masih menaik sementara pergerakan MACD Histogram terus menurun. Ini disebut sebagai kondisi Bearish divergensi. Dalam hal ini, seharusnya kita mengikuti apa yang dikatakan oleh MACD Historgram.

Berdasarkan semua analisa yang telah dilakukan, sekolah saham menyimpulkan bahwa pergerakan Bursa Saham Indonesia (BEI) masih dalam tren turun (Bearish). Jadi, jika pengalaman tidak cukup, sebaiknya menjauh saja dari bursa. Jika masih ingin tetap melakukan trading (seperti halnya sekolah saham), disarankan untuk menggunakan strategi trading untuk kondisi Bearish. Dengan demikian semoga dapat memperoleh hasil yang optimal.