Bursa Saham Indonesia (BEI) Bearish

Besok sudah senin lagi, saat perputaran “roda” bursa saham Indonesia (BEI) akan dimulai lagi. Tentu jika ingin menangguk keuntungan yang maksimal sembari menurunkan tingkat resiko, kita harus benar-benar mempersiapkan diri. Salah satunya adalah dengan membaca kondisi bursa – mengetahui tren yang sedang berlangsung. Tren ini akan menentukan strategi kita untuk seminggu kedepan – apakah agresif, moderat, atau konservatif.

Kebetulan juga bahwa hari ini kita telah memasuki bulan baru – bulan desember. Jadi selain menganalisa untuk jangka waktu mingguan, kita juga dapat menganalisa untuk jangak waktu bulanan. Dalam hal ini, informasi tren yang didapat akan meliputi tren jangka panjang (bulanan) dan tren jangka menengah (mingguan). Seperti biasa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lah yang digunakan.

IHSG Bulanan

IHSG-Bulanan-20131201

Pertama, mari kita analisa berdasarkan MACD histogramnya. Dapat kita lihat bahwa MACD histogram terakhir (untuk bulan november) berwarna merah. Ini memberitahu bahwa secara bulanan, tren Bursa Saham Indonesia (BEI) sedang memasuki tren turun (bearish). Diprediksi bahwa tren turun tersebut akan tetap berlanjut sebulan kedepan. Ini berlaku sampai terbukti sebaliknya.

Sekarang, mari kita analisa candlesticknya. Dapat dilihat bahwa candlestick terakhir adalah candlestick hitam berbatang panjang. Ini memberitahu kita bahwa pasukan Jendral Bearish benar-benar mendominasi pertempuran. Dapat dikatakan, sudah tidak ada perlawanan dari pasukan Jendral Bullish. Diprediksi, dominasi ini masih akan berlanjut sebulan kedepan. Apalagi ternyata candlesticck terakhir telah menembus support kuat (MA20).

Peluang penurunan ke support berikutnya (batas bawah bollinger band) cukup tinggi. Jika dilihat berdasarkan hal ini, resiko benar-benar besar seminggu kedepan. Dapat dikatakan bahwa Bursa Saham Indonesia (BEI) benar-benar sedang memasuki fase tren turun (bearish) yang sangat kuat. Jadi jelas, memegang saham dalam waktu bulanan bukanlah tindakan yang bijak. Tentu ini bukan berarti kita harus keluar dari bursa.

Kita masih bisa memanfaatkan tren dalam jangka lebih pendek untuk mencoba menangguk keuntungan dari bursa – misalnya menggunakan tren mingguan atau tren harian. Yang perlu dicamkan adalah resiko telah meningkat karena secara jangka panjang (bulanan), bursa berada dalam tren turun (bearish) yang kuat. Untuk lebih memahami kondisinya, mari kita analisa volume transaksi.

Dapat dilihat bahwa volume transaksi relatif kecil. Ini berarti masih ada kemungkinan sinyal bearish yang kita peroleh adalah sinyal palsu. Masih ada kemungkinan tren turun (bearish) akan berubah menjadi tren naik (bullish) dalam sebulan kedepan. Dalam kondisi ini, tetap tidak bijak untuk trading jangka panjang. Kita tetap harus menggunakan strategi jangka lebih pendek dengan memperhatikan tren mingguan atau harian.

IHSG Mingguan

IHSG Mingguan

Pertama, mari kita analisa MACD histogramnya. Dapat kita lihat bahwa MACD histogram terakhir masih berwarna merah. Ini memberitahu kita bahwa tren turun (bearish) masih akan terus berlangsung seminggu kedepan. Ini sejalan jangka waktu bulanan. Jelas dalam hal ini bahwa memegang saham dalam jangka waktu mingguan bukan tindakan bijak. Resiko penurunan masih lebih besar dibanding peluang kenaikan.

Sekarang, mari analisa candlesticknya. Candlestick terakhir adalah candlestick hitam berbatang pendek – namun lebih panjang daripada batang candlestick hitam sebelumnnya. Ini memberitahu kita bahwa pasukan Jendral Bearish masihlah sang pemenang. Memang bukan tanpa perlawanan, namun perlawanan pasukan Jendral Bullish semakin melemah. Diprediksi, pasukan Jendral Bearish akan terus memenangkan pertempuran untuk seminggu keepan.

Juga, dapat dilihat bahwa candlestick terakhir lumayan jauh dari support terkuatnya (batas bawah bollinger band). Ini memberitahu kita bahwa ruang untuk penuruan masih terbuka lebar. Resiko bahwa Indeks akan terus turun hingga ke batas bawah bollinger band masih besar. Ini berarti trading saham mingguan juga bukan hal yang bijak. Jadi, dapat kita coret strategi jangka panjang (bulanan) dan jangka menengah (mingguan) untuk seminggu kedepan.

Untuk lebih meyakinkannya, mari kita lihat volume transaksinya. Dapat kita lihat volume terakhir relatif sama dengan volume transaksi sebelumnnya. Ini memberitahu kita bahwa sinyal bearish mingguan yang kita peroleh kemungkinan besar bukanlah sinyal palsu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa seminggu kedepan bursa masih akan bergerak turun. Pilihan kita dalam hal ini adalah menjauh dari pasar atau menggunakan strategi jangka pendek (harian).