Bagaimana Saya Memilih Saham

Awalnya, saya memilih saham asal saja. Asal disebut orang – entah lewat berita di media, email, atau sosial media –, saya langsung beli. Alhasih, hasilnya pun mantap. Kerugian cukup besar diperoleh.  Sebenarnya ini bukan murni karena asal memilih saham sih, tapi disumbang juga karena membelinya juga nggak pake analisa apa-apa. Hanya mengikuti saja apa kata orang. Namanya juga masih jaman jahiliyah. Maklum masih belum berbisnis saham secara baik dan benar.

Saya ternyata memang hanya bermain-main di bursa saham saat itu. Kemudian, setelah rugi yang cukup lumayan tersebut, sayapun tersadar bahwa ada yang salah dalam cara saya dalam berbisnis saham. Mulailah saya cari bahan sana sini untuk mempelajari apa yang salah. Lalu saya nemu, bahwa saham itu bukanlah sebuah permainan. Saham itu adalah sebuah bisnis yang serius. Tidak bisa bermodalkan sekedar sedikit pengetahuan.

Memilih Saham

Seperti bisnis lainnya, diperlukan pengetahuan yang cukup dalam agar bisa berhasil. Akhirnya, saya putuskan untuk belajar Analisis Teknikal (TA). Saya memilih belajar TA karena (menurut saya) sangat mudah dan cepat untuk dipelajari. Setelah itu, lumayanlah. Dah mulai sering meraih untung. Namun, lama-lama, kok merasa ada yang kurang. Untung sih untung, tapi kok untungnya segitu-segitu saja. Sering naik turun.

Kadang untung besar namun tidak jarang juga rugi besar. Dihitung-hitung, untungnya jadi tipis-tips saja. Pengennya kan yang tebal-tebal. Jadi jelas belum memuaskan nih kondisinya. Rasanya, kalo denger dari orang –orang yang sudah sukses dalam bisnis saham, mereka bisa mengakumulasikan keuntungan yang sangat besar. Berdasarkan informasi tersebut, sayapun kembali mencari bahan sana sini. Berusaha menemukan cara bagaimana agar dapat meraih keuntungan besar.

Bagaimana agar dapat meraih keuntungan secara konsisten hingga terakumulasi menjadi besar dalam jangka waktu yang lama. Jangan sampai hari ini untung, eh besok buntung. Jadinya ya impas lagi, impas lagi. Dalam pencarian inilah saya menemukan Analisis Fundamental (FA). Analisis yang didasarkan pada kondisi bisnis perusahaan – alih-alih pada pergerakan harga saham. Mulailah saya memepelajarinya hingga akhirnya lumayan menguasai.

Menguasai Analisis Fundamental (FA) secara lengkap ini lumayan sulit. Akan dibutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, jika tujuannya hanya memanfaatkan beberapa bagian darinya, akan sangat mudah untuk dipelajari dan digunakan. Itulah yang saya lakukan, saya memilih untuk menggunakan hanya Price Earning Ratio (PER), Debt To Equity Ratio (DER), dan Return of Equity (ROE).  Ketiga parameter FA tersebutlah yang saya gunakan.

Saya menggunakannya untuk memilih saham yang layak untuk dimasukkan kedalam watchlist. Kemudian, saya menerapkan Analisis Teknikal (TA) untuk menentukan kapan membeli dan menjual saham-saham tersebut.  Hasilnya lumayan bagus. Kekonsistenan yang selama ini belum muncul, akhirnya muncul juga. Akhirnya saya bisa lebih sering untung dibanding rugi. Akhirnya akumulasi keuntungan dapat lebih signifikan.