Bisnis Saham adalah Soal Memilih

Dunia saham itu bukan tentang benar dan salah, melainkan tentang pilihan. Ya, tentang pilihan-pilihan. Sejak memulai — bahkan sebelum memulai — kita telah dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Dalam keseluruhan prosesnya, kita harus terus memilih dari opsi-opsi yang ada. [Read more…]

Agar Tidak Nyangkut

Nyangkut. Kata yang harusnya membunyikan alarm dalam kepala jika tidak bisa dikatakan membangkitkan trauma yang terakumulasi selama berbisnis di bursa saham. Nyangkut berarti kita berada dalam situasi putus asa, tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali hanya berharap, berharap, dan berharap. Ya, berharap agar situasi segera berubah. Berharap ada pembalikan arah sehingga minus tidak semakin besar. Jika ada mukjijat, bisa balik modal.

[Read more…]

Memilih Saham: Studi Kasus Saham ADRO

Sebelumnya, telah dibahas bagaimana dan mengapa saham BUMI (Bumi Resources) tidak akan direkomendasikan oleh sekolah saham dalam waktu dekat ini. Saham BUMI tidak masuk dalam watchlist yang dibentuk berdasarkan kriteria fundamental tertentu. Tepatnya berdasarkan sales growth, PER, DER, dan ROE. Kali ini mari kita bahas mengenai saham tambang lainnya yang kebetulan berhasil masuk dalam watchlist sekolah saham.

[Read more…]

Memilih Saham: Studi Kasus Saham BUMI

Jika anda pembaca setia sekolah saham maka pasti menyadari jika tidak pernah ada saham BUMI (Bumi Resources)dalam rekomendasi mingguan. Dan jangan berharap ada dalam waktu dekat ini. Mungkin dimasa mendatang, BUMI akan muncul dalam rekomendasi mingguan. Tapi tidak untuk saat ini. Tentu ada alasan-alasan dibalik hal tersebut. Inilah yang akan dibahas dalam artikel ini sebagai bahan pembelajaran.

[Read more…]

Bagaimana Saya Memilih Saham

Awalnya, saya memilih saham asal saja. Asal disebut orang – entah lewat berita di media, email, atau sosial media –, saya langsung beli. Alhasih, hasilnya pun mantap. Kerugian cukup besar diperoleh.  Sebenarnya ini bukan murni karena asal memilih saham sih, tapi disumbang juga karena membelinya juga nggak pake analisa apa-apa. Hanya mengikuti saja apa kata orang. Namanya juga masih jaman jahiliyah. Maklum masih belum berbisnis saham secara baik dan benar.

[Read more…]