Saat Yang Tepat Mengubah Sistem Trading

Sekolah Saham sudah pernah menyinggung agar jangan sering-sering mengotak-atik sistem  trading. Agar jangan sering-sering mengubah apa-apa yang sudah kita tetapkan dalam sistem trading. Hal ini lebih untuk menghindari kita dari melakukan hal yang sangat tabu dalam trading saham. Inkonsistensi. Inkonsistensi akan sangat berbahaya bagi trading saham yang kita lakukan.

Konsistensi adalah kunci untuk berhasil mendapatkan keuntungan yang optimal dari trading  saham. Jelas, dalam hal ini,  inkonsistensi tidak mendapat tempat sama sekali. Inilah mengapa disarankan agar jangan terlalu sering mengubah-ubah sistem trading kita. Akan lebih baik jika malah tidak pernah diubah sama sekali. Demi konsistensi. Demi menghindari inkonsistensi.

Sistem Trading Saham

Namun, tidak bisa juga dipaksakan untuk sama sekali tidak pernah mengubah sistem trading yang sudah kita miliki. Ada kalanya situasi menuntut kita harus mengubah sistem trading jika ingin tetap konsisten meraih untung. Ini biasanya karena situasi pasar keungan yang sudah sangat berbeda dengan situasi ketika sistem trading dibuat.

Mungkin ada banyak hal yang membuat kita harus melakukan penyesuaian dalam sistem trading kita. Tidak akan dibahas semua. Kali ini, mari kita bahas yang penting saja. Sesuatu yang sudah terbukti dari  pengalaman Sekolah Saham. Berdasarkan pengalaman, penyesuaian sistem trading biasanya perlu dilakukan jika ternyata dalam waktu yang cukup lama, memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

Ingat, dalam waktu yang lama adalah kunci dalam hal ini. Harus telah cukup lama. Misalnya setahun atau malah lebih. Jika hanya bulanan, mingguan, harian, atau bahkan per jam — belum bisa membuktikan ada yang tidak tepat dalam sistem trading kita. Jika tahunan terlalu lama, per enam bulan juga boleh. Diatur saja sesuai kebutuhan. Yang penting rentang waktunya jangan terlalu pendek. Jika terlalu pendek, malah jadinya seperti yang ditakutkan di awal artikel ini. Inkonsistensi.

Untuk lebih memahami, mari gunakan sebuah contoh. Ternyata setelah digunakan dalam 6 bulan, hasil yang didapatkan bercerita bahwa tingkat keberhasilan hanya 1% dari seluruh transaksi. Dengan hasil ini, sebagus apapun pengaturan keuangan (money management) yang kita lakukan, agak mustahil untuk tetap untung. Dalam hal ini, tentu kita sudah saatnya (jika tidak mau dikatakan harus) untuk mengubah sistem trading.

Melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat meraih tujuan kita dalam trading saham. Meraih keuntungan yang optimal. Meraih keuntungan yang sesuai dengan tingkat pengorbanan yang telah kita lakukan atau tingkat resiko yang telah kita tanggung. Jadi, jelas sudah, mengapa suatu saat, perlu juga mengubah sistem trading kita bukan? Konsisten terhadap sistem trading itu bagus. Namun jangan juga takut mengubahnya jika ternyata hasilnya konsisten tidak seperti yang diharapkan.