Mengapa Jangan Mengubah Sistem Trading Setiap Rugi

Menurut Sekolah Saham, Sistem Trading adalah nyawa dari seorang trader saham. Tanpa sistem trading hampir dikatakan mustahil bagi seorang trader untuk meraih keuntungan yang konsisten dalam jangka panjang. Sekali-dua kali sih mungkin akan untung. Keberuntungan namanya.

Namun, dalam jangka panjang, akan sangat merugikan, jika melandaskan trading pada keberuntungan semata. Pada akhirnya harus dibuat sebuah sistem agar keberuntungan itu dapat secara konsisten dialami. Nah, begitu pentingnya faktor dari sebuah sistem trading.

Saking pentingnya, sering trader sering tergoda untuk mengutak-atik sistem trading. Mengubah sistem trading agar bisa lebih sempurna. Terutama ketika mengalami kerugian. Biasanya akan memodifikasi sistem trading agar dapat menghindari kerugian akibat sebab yang sama.

Bahaya Mengubah Sistem Trading Ketika Rugi

Ini sangat berbahaya. Akan sangat berbahaya jika setiap rugi, mengubah sistem trading. Ini akan menyebabkan sebuah rangkaian pengubahan sistem trading. Akibatnya konsistensi akan kehilangan maknanya. Padahal kekuatan utama dari sistem trading adalah memberi sebuah konsistensi bagi kegiatan trading.

Bisa jadi memang setelah mengubah, kerugian akibat sebab pertama bisa dihilangkan. Namun, akan sangat memungkinkan muncul sebab kedua. Nah, ketika dilakukan modifikasi kembali untuk menghilangkan sebab kedua, sebab pertama kembali muncul atau malah muncul sebab ketiga.

Begitu sebab pertama atau sebab ketiga coba dihilangkan dengan mengubah kembali sistem trading. Akan sangat mungkin sebab kedua dan/atau sebab-sebab yang lain kembali muncul. Begitu terus, berputar tanpa henti. Ini akan menyebabkan perubahan sistem trading yang terus-menerus.

Pada akhirnya akan sangat membahayakan trading saham yang dilakukan. Trader akan terus sibuk untuk mengubah-ubah sistem trading. Yang membuat sangat mustahil memperoleh hasil trading yang konsisten. Bukanya tidak boleh mengubah sistem trading.

Tentu saja boleh dalam rangka meningkatkan konsistensi dari sebuah sistem trading. Namun jangan sampe terlalu sering melakukan perubahan. Jangan setiap rugi lantas mengubah sistem trading. Perubahan sistem trading sebaiknya hanya dilakukan setelah mengalami kerugian yang konsisten.

Kerugian yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Misalnya ternyata setelah dihitung dalam setahun, lebih besar kerugian daripada keuntungan. Bolehlah melakukan modifikasi pada sistem trading. Jadi, jangan karna baru sekali rugi, langsung mengubah sistem trading.

Jika demikan, perubahan akan berlangsung terus menerus tanpa henti. Seperti sudah disinggung sebelumnya, ini akan sangat membahayakan konsistensi dari  sebuah kegiatan trading saham. Jadi, sudah jelas betapa berbahayanya mengubah sistem trading setiap mengalami kerugian bukan?