Tidak Ada Rekomendasi Saham Mingguan

Seperti yang sudah anda baca sebelumnnya, Bursa Saham Indonesia (BEI) sedang dalam tren turun (Bearish). Berarti, untuk minggu ini, tidak akan ada rekomendasi saham mingguan. Dan tidak heran bahwa seminggu belakangan ini, saya banyak melakukan jual rugi (cut loss). Ternyata memang pasar sedang menuju tren turun (bearish). Tampaknya sistem trading saya dapat mendeteksi tren turun (bearish) ini secara dini.

Jadi, jika bisa, anda sebaiknya jangan bertransaksi di bursa saham sementara ini. Memang sih, masih ada saham-saham yang tetap menarik, namun hanya sedikit saja. Jika belum berpengalaman, akan sulit untuk menemukan saham-saham tersebut.Dengan kata lain, resiko untuk bertransaksi saham telah meningkat. Ini karena dalam kondisi tren turun, pergerakan turun akan lebih panjang dari pergerakan naiknya.

Rekomendasi Saham

Itulah salah satu dari karakteristik pasar saham. Sebagai contoh, sebuah saham bisa naik sebanyak 3 tik, setelahnya, ada potensi turun yang lebih besar dari tiga tik. Jika tidak hati-hati, maka keuntungan yang 3 tik itu akan tersapu oleh kerugian yang lebih dari tiga tik. Misalnya penurunan yang terjadi adalah 10 tik. Kerugian akan sangat besar bukan? Dan semakin sering bertransaksi, akumulasi kerugian akan terus menumpuk.

Pada akhirnya, modal kita akan tergerus dengan signifikan. Begitu pasar kembali naik, kita hanya akan menjadi penonton saja. Tidak punya sumber daya lagi untuk ikut dalam pesta. Saran saya sih, sekarang ini, sebaiknya kita menahan diri saja dulu. Kita siapkan uang tunai (cash) agar nanti, ketika pasar mulai naik kembali, kita bisa mengerahkan sumber daya dengan maksimal. Jangan sampai kita hanya gigit jari ketika orang lain berpesta dalam kenaikan pasar.

Jadi jelaslah sudah mengapa saya memutuskan untuk tidak membagikan rekomendasi mingguan ketika bursa saham sedang dalam tren turun (bearish). Saya tidak ingin anda terjebak dalam situasi yang akan menggerus modal anda. Silahkan jadi pengamat saja dulu. Ini akan baik bagi anda. Tidak saja bagi keamanan modal, tapi juga bagi kondisi mental kita. Kondisi mental akan tetap segar hingga dapat cepat bereaksi ketika nanti pasar kembali dalam tren naik (bullish).