Shutdown Pemerintahan Amerika Serikat dan Bursa Saham

Wah, ternyata saya salah kemarin itu. Saya pikir para politisi US sono harusnya lebih baik (baca: lebih dewasa) dari politisi Indonesia. Eh, nggak tahunya sama saja. Mereka ternyata kekeh mempertahankan pendirian masing-masing. Alhasih, penaikan batas utang negara (Debt Ceiling) tidak berhasil disetujui. Terjadilah yang banyak ditakutkan oleh orang-orang, penutupan sementara seluruh layanan pemerintah.

[Read more…]

Setelah Isu Tapering Kini Isu Debt Ceiling

Hem… isu memang tidak ada habis-habisnya. Sebelumnnya Bursa Saham Indonesia (BEI) gonjang-ganjing akibat isu tapering stimulus di US sono. Bahkan pengaruhnya bukan cuma kepada bursa saham tapi juga merembet ke pasar keuangan Indonesia. Pemerintah dan Bank Indonesia sampai dipaksa untuk mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi efek negatif dari isu tersebut. Eh … akhirnya malah isunya tidak terbukti.

[Read more…]

Tidak Jadinya Pemangkasan Stimulus Ekonomi oleh The Fed adalah Kabar Jelek

Seperti yang telah kita ketahui bersama, kemarin, terjadi eforia beli di Bursa Saham Indonesia (BEI) yang mendorong IHSG naik mendekati 5%. Eforia ini diakibatkan tidak jadinya The Fed memangkas stimulus ekonomi yang dikenal sebagai Quantitative Easing (QE). Asumsi yang dipakai adalah jika terjadi pemangkasan stimulus maka otomatis jumlah uang (dollar) yang beredar akan berkurang. Otomatis uang yang beredar di Bursa Saham Indonesia juga akan berkurang.

[Read more…]

Pesan Lain dari Kenaikan BI Rate

Rasanya, belum lama BI Rate dinaikkan sebesar 50 basis poin menjadi 7% tapi sudah naik lagi sebesar 25 basis poin menjadi 7.25%. Tampaknya Bank Indonesia bener-bener ngebut memakai kekuasaannya untuk merespon situasi rupiah yang terus melemah terhadap dollar. Seperti yang telah disinggung dalam artikel sebelumnnya bahwa kenaikan BI Rate mempunyai pesan-pesan tertentu. Mengetahui pesan tersebut dapat menolong kita untuk membuat keputusan yang tepat.

[Read more…]

Pesan dari Kenaikan BI Rate

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa BI Rate telah dinaikkan 50 basis poin menjadi 7%. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk meredam gejolak di pasar keuangan yang terus terjadi. Ya, pemerintah memang telah mengeluarkan paket kebijakan untuk mengatasi gejolak pasar keuangan tersebut, namun, seperti yang sudah disinggung, pengaruh paket tersebut baru terasa dalam jangka panjang.

[Read more…]