Seri Indikator Analisis Teknikal: Menjual dan Membeli Saham Menggunakan Trendline

Di artikel sebelumnnya, kita telah belajar bagaimana cara menggambar trendline untuk tren naik (Bullish), tren turun (Bearish), dan tren datar (Sideaways). Ini berarti trendline digunakan untuk mendeteksi tren apa yang sedang berlangsung. Seperti yang sudah sering disinggung, mengetahui tren adalah cara untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal sembari meminimalkan resiko. Mengikuti tren adalah strategi paling aman dalam berbisnis saham.

Namun, belumlah cukup hanya dengan mengetahui tren saja. Kita juga harus tahu kapan saat tepat untuk membeli dan menjual. Memang hanya dengan berdasarkan tren kita sudah akan dapat menghasilkan keuntungan tapi tidaklah seoptimal jika kita tahu juga titik-titik tepat untuk membeli dan menjual. Untunglah selain untuk mendeteksi tren, trendline juga dapat digunakan untuk menentukan titik beli dan titik jual.

Strategi jual-beli (trading) saham dengan menggunakan trendline cukup sederhana namun sangat efektif. Strategi ini terdiri dari empat bagian sebagai berikut:

  • Jual ketika trendline naik ditembus ke bawah oleh chart harga saham
  • Beli ketika trendline turun ditembus ke atas oleh chart harga saham
  • Jual ketika trendline datar bagian bawah ditembus ke bawah oleh chart harga saham
  • Beli ketika trendline datar bagian atas ditembus ke atas oleh chart harga saham

Untuk lebih memahaminya, mari kita pelajari secara detail ke-empat poin dari strategi trendline untuk membeli dan menjual saham di atas.

Jual ketika trendline naik ditembus ke bawah oleh chart harga saham

Anggap kita telah menggambar sebuah trendline (garis tren) yang menunjukkan bahwa sedang berlangsung tren naik (Bullish). Oleh karenanya kita telah membeli saham dan harganya terus bergerak naik. Dapat kita katakan bahwa kita telah membuat keputusan beli yang tepat. Kita telah membeli saham yang pergerakan harganya menaik. Karena harga telah lebih tinggi dari harga beli maka jelas kita telah meraih keuntungan.

Tapi, keuntungan ini belum terealisasikan karena kita belum menjual saham tersebut. Tentu menjadi penting untuk mengetahui kapan saatnya kita menjual. Pilihannya adalah apakah menjual sekarang dengan resiko harga akan masih terus naik sehingga kita tidak mendapat keuntungan yang maksimal. Atau, kita membiarkan harga terus naik dengan resiko harga malah bergerak turun sehingga alih-alih mendapat keuntungan, kerugian malah menghampiri.

Jelas sudah bahwa keputusan kapan menjual juga sama pentingnya dengan keputusan kapan membeli. Keputusan jual akan menentukan seberapa besar realisasi keuntungan yang akan kita peroleh. Untunglah jawaban yang tepat dapat diperoleh dengan menggunakan trendline. Terlebih dahulu, mari kita lihat gambar berikut:

Trendline Naik Ditembus ke Bawah

Dari gambar di atas, dapat kita lihat bahwa trendline naik (garis berwarna biru) telah ditembus ke bawah oleh chart pergerakan harga saham (lingkaran berwarana biru). Dan setelahnya, harga bergerak turun dengan sangat signifikan. Dari hal ini, dapat kita simpulkan bahwa saat tepat untuk menjual saham adalah tepat ketika trendline naik ditembus ke bawah oleh chart pergerakan harga saham. Setelahnya, harga kemungkinan akan terus bergerak turun sehingga keuntungan akan terus berkurang bahkan bisa menjadi kerugian.

Namun, pada kenyataannya agak sulit menjual tepat saat trendline naik tersebut ditembus ke bawah. Yang mungkin kita lakukan adalah menjual tidak lama setelah trendline naik tersebut ditembus. Ingat harus segera, jangan menunggu lagi karena kemungkinan besar harga akan terus bergerak turun. Dengan demikin diharapkan kita dapat menyelamatkan keuntungan yang selama ini telah kita peroleh dan tidak harus jauh berkurang apalagi malah menjadi kerugian.

Beli ketika trendline turun ditembus ke atas oleh chart harga saham

Anggap kita telah menggambar trendline yang menunjukkan bahwa sedang berlangsung tren turun (Bearish). Karena sedang berlangsung tren turun (Bearish), seharusnya kita sedang tidak punya saham alias sedang berada di posisi full cash. Ini berarti kita sedang melakukan strategi mengikuti tren – beli ketika tren sedang mau naik dan jual ketika tren sedang mau turun. Sebuah Strategi yang dipakai untuk menyelamatkan modal kita.

Nah, sekarang ada dua pilihan bagi kita. Membeli sekarang karena harga saham sudah jauh turun dari harga semula dengan resiko harga masih akan turun atau menunggu sampe harga bergerak naik dengan resiko kita kehilangan sekian potensi keuntungan. Pilihan kita akan menentukan tingkat kepastian untuk memperoleh untung – mencegah kita untuk berspekulasi yang bisa sangat merugikan. Jadi kapan sebaiknya kita membeli?

Jawabannya dapat ditemukan dengan menggunakan trendline turun. Sebelumnnya mari kita lihat gambar di bawah:

Trendline Turun Ditembus ke Atas

Seperti yang dapat kita lihat, ada sebuah trendline turun (garis berwarna biru) yang pada akhirnya ditembus ke atas oleh chart pergerakan harga saham (lingkaran berwarna biru). Setelahnya, harga bergerak naik dengan sangat signifikan. Dari hal ini dapat kita simpulkan bahwa saat untuk membeli adalah tepat ketika trendline turun ditembus ke atas oleh chart pergerakan harga saham. Dapat kita katakan keuntungan akan diperoleh jika kita dapat membeli ketika penembusan terjadi.

Namun pada kenyataannya agak sulit (jika tidak dapat dikatakan mustahil) untuk membeli tepat ketika penembusan tersebut terjadi. Yang paling mungkin adalah kita membeli tidak lama setelah trendline turun tersebut ditembus ke atas oleh chart pergerakan harga saham. Dengan demikian diharapkan kita tidak kehilangan potensi keuntungan cukup banyak dan masih dapat menikmati kenaikan harga yang singinfikan.

Jual ketika trendline datar bagian bawah ditembus ke bawah oleh chart harga saham

Anggap kita telah menggambar trendline yang menunjukkan bahwa pergerakan harga saham sedang mendatar alias dalam tren datar (Sideaways). Berhubung sedang tren datar maka kemungkinan kita mempunyai saham atau tidak, sama besarnya. Dalam hal ini, anggaplah kita sedang punya saham karena kita berniat untuk bermain tik-tak – membeli ketika harga dekat dengan trendline datar bawah dan menjual ketika harga dekat dengan trendline datar atas.

Dalam situasi ini, kita harus punya skenario apa yang akan kita lakukan jika ternyata chart pergerakan harga saham malah menembus ke bawah trendline datar bawah, alih-alih memantul kembali ke atas. Untuk menemukan jawabannya mari kita lihat gambar di bawah ini:

Trendline Datar Bawah Ditembus ke Bawah

Seperti yang dapat kita lihat pada gambar, ada dua garis tren (trendline) datar (yang ditunjukkan oleh garis berwarna biru) yakni trendline datar atas dan trendline datar bawah. Trendline datar bawah pada akhirnya ditembus ke bawah oleh chart pergerakan harga saham (lingkaran berwarna biru). Setelahnya, harga saham bergerak turun dengan sangat signifikan. Jika kita tetap memegang saham maka kerugian besarlah yang kita tanggung.

Dalam kondisi tersebut, sebaiknya kita menjual kepemilikan saham kita tepat saat trendline datar bawah ditembus ke bawah oleh chart pergerakan harga saham. Tapi pada kenyataan sangat sulit melakukan hal tersebut. Yang paling mungkin adalah menjual tidak lama setelah garis trendline datar bawah ditembus oleh chart pergerakan harga saham. Dengan demikian diharapkan kita tidak menanggung kerugian yang terlalu besar.

Beli ketika trendline datar bagian atas ditembus ke atas oleh chart harga saham

Anggap kita telah menggambar trendline yang menunjukkan bahwa pergerakan harga saham sedang mendatar alias sedang dalam tren datar (Sideaways). Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dalam tren datar, kemungkinan kita punya saham adalah 50%. Kali ini mari kita anggap bahwa kita tidak memiliki saham karena kita hendak menunggu sampai tren berubah menjadi tren naik. Kita ingin meminimalkan resiko kehilangan modal dalam hal ini.

Dalam situasi tersebut, kapan sebaiknya kita mulai membeli saham? Kapan saat tren naik mulai terjadi? Jawabannya akan sangat membantu kita untuk membuat keputusan tepat dalam membeli saham sehingga keuntunganpun dapat diharapkan maksimal. Untunglah, trendline dapat menjawab pertanyaan tersebut secara sederhana. Sebelumnnya, mari kita lihat gambar di bawah ini:

Trendline Datar Atas Ditembus ke Atas

Seperti yang dapat kita lihat pada gambar di atas, ada dua trendline datar (garis berwarna biru) yakni trendline datar atas dan trendline datar bawah. Pada suatu saat, harga saham bergerak ke atas sehingga menembus trendline datar atas. Setelahnya, harga saham bergerak naik sangat signifikan. Ini mengatakan bahwa jika kita membeli tepat saat trendline datar atas ditembus ke atas maka kita akan menikmati keuntungan yang sangat signifikan.

Namun, dalam kenyataan, akan sangat sulit (jika tidak mau dibilang mustahil) untuk membeli tepat saat trendline tertembus. Yang paling mungkin adalah kita membeli tidak lama setelah trendline tersebut ditembus ke atas oleh chart pergerakan harga saham. Dengan demikian diharapkan bahwa kita masih dapat menikmati keuntungan yang besar walau telah kehilangan sedikit potensi kerugian akibat tidak dapat langsung bertindak ketika terjadi penembusan trendline.

Trackbacks

  1. […] kita telah belajar bagaimana sederhananya menggunakan trendline untuk membeli dan menjual saham. Untuk menyegarkan ingatan kita kembali, mari melihat apa yang telah kita pelajari. Seperti yang […]