Seri Indikator Analisis Teknikal: Bagaimana Cara Menggunakan Stochastic Oscillator

Di artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai Stochastic Oscillator secara teori (termasuk rumus-rumus yang membentuknya). Kita juga telah mengetahui bahwa Stochastic Oscillator menawarkan sinyal-sinyal terpenting dalam berbisnis saham yakni sinyal beli, sinyal jual, sinyal jenuh beli, dan sinyal jenuh jual. Pengetahuan yang telah kita peroleh seharusnya sudah cukup untuk menghasilkan uang dari pasar saham.

Tapi berhubung kita hanya membahas secara teori, mungkin beberapa orang masih kesulitan untuk menggunakannya. Oleh sebab itu, melalui artikel ini, mari kita membahas bagaimana menerapkan Stochastic Oscillator di pasar saham. Yup, kita akan membahas contoh nyata bagaimana menggunakan Stochastic Oscillator sebagai alat untuk membuat keputusan dalam berbisnis saham. Pertama-tama mari mengigat kembali apa itu Stochastic Oscillator.

Apa Itu Stochastic Oscillator?

Pada bagian ini mari kita menyegarkan kembali ingatan kita mengenai Stochastic Oscillator yang telah kita pelajari sebelumnya. Stochastic Oscillator adalah indikator analisis teknikal yang meng-utilisasi hubungan harga penutupan dengan jarak harga tertinggi/terendah. Ada empat garis penting yang digunakan yakni %K (fast line), %D (smoothed line), garis 80, dan garis 20. Melalui keempat garis inilah kita akan mengetahui sinyal beli, sinyal jual, sinyal jenuh beli, dan sinyal jenuh jual.

Sinyal beli adalah ketika garis %K memotong ke atas garis %D. Sinyal jual adalah ketika garis %K memotong ke bawah garis %D. Sinyal jenuh beli adalah ketika garis %K atau/dan garis %D berada di atas garis 80. Sinyal jenuh jual adalah ketika garis %K atau/dan garis %D berada dibawah garis 20. Ke-empat hal ini adalah informasi terpenting dalam Stochastic Oscillator yang akan memberikan petunjuk kepada kita untuk melakukan keputusan yang tetap dalam berbisnis saham.

Selain ke-empat informasi sebelumnya, Stochastic Oscillator juga memberikan informasi lainnya yakni trend dari pasar. Apakah trendnya sedang naik atau turun. Pasar dianggap dalam trend turun (down trend/bearish) jika garis %K berada di bawah garis %D. Pasar dianggap dalam trend naik ketika garis %K berada di atas garis %D. Selain trend, Stochastic juga memeberikan informasi mengenai garis support dan resistance.

Garis 20 dan garis 80 dapat berlaku sebagai support dan resistance. Dan sebuah garis virtual yakni garis 50 juga dapat berlaku sebagai support dan resistance. Jadi sejauh ini kita memperoleh informasi yang sangat lengkap dari Stochastic Oscillator yakni sinyal beli, sinyal jual, sinyal jenuh beli, sinyal jenuh jual, trend pasar, support, dan resistance. Informasi ini akan sangat membantu kita untuk membuat keputusan dalam setiap aktivitas bisnis saham.

Bagaimana Meng-Utilisasi Stochastic Oscillator Untuk Membeli dan Menjual Saham

Seperti yang sudah sering disinggung, Stochastic menawarkan sinyal beli dan sinyal jual. Memanfaatkan kedua sinyal ini adalah cara paling sederhana untuk menggunakan Stochastic Oscillator – membeli ketika ada sinyal beli dan menjual ketika ada sinyal jual. Tetapi ada resiko di sini karena sinyal yang muncul punya kemungkinan sinyal tersebut hanya bekerja untuk waktu yang sangat pendek atau bahkan sinyal tersebut adalah sinyal palsu.

Dapat dikatakan bahwa cara sederhana di atas kurang optimum dalam menghasilkan keuntungan di pasar saham. Jadi kita akan butuh cara lain agar dapat menghasilkan keuntungan yang optimum. Untung saja, selain sinyal beli dan sinyal jual, Stochastic Oscillator juga memberikan sinyal jenuh beli dan jenuh jual. Kita dapat mengkombinasikan ke-empat sinyal ini agar hasil yang kita dapatkan lebih optimal.

Caranya adalah kita hanya akan membeli atau menjual saham jika kondisinya terpenuhi. Kondisinya adalah kita hanya akan membeli saham jika sinyal beli muncul di area jenuh jual ( di bawah garis 20) dan hanya akan menjual jika sinyal jual muncul di area jenuh beli ( di atas garis 80). Ini berarti sinyal beli dan sinyal jual yang lain kita tidak anggap. Dengan cara ini, diharapkan kita dapat menghindari sinyal-sinyal palsu.

Selain cara di atas, kita juga dapat memanfaatkan informasi support dan resistance. Kita membeli ketika ada sinyal beli yang berdekatan dengan support dan menjual ketika ada sinyal jual yang berdekatan dengan resistance. Berdasarkan pengalaman, kemungkinan besar trend akan berbalik ketika mencapai support atau resistance. Jadi strategi support-resistance ini juga dapat menawarkan keuntungan yang optimum dari pasar saham.

Sejauh ini kita telah punya empat area untuk melakukan pembelian dan penjualan yakni pada area jenuh jual, jenuh beli, support, dan resistance. Dari ke empat area ini, menurut saya, yang teraman adalah melakukan pembelian hanya di area jenuh jual dan melakukan penjualan di area jenuh beli. Untuk lebih memahaminya mari kita lihat gambar berikut:

Stochastic-Oscillator-Sinyal-Beli-Jual

Dapat kita lihat bahwa ada beberapa sinyal beli di area jenuh jual (lingkaran hijau) dan ada beberapa sinyal jual di area jenuh beli (lingkaran merah). Masih dari gambar, dapat kita lihat bahwa setelah sinyal jual, harga akan turun jauh dan setelah sinyal beli, harga akan naik tinggi. Ini membuktikan bahwa sinyal beli di area jenuh jual dan sinyal jual di area jenuh beli adalah sinyal yang terpercaya.

Jadi secara sederhana untuk memanfaatkan Stochastic Oscillator adalah membeli jika ada sinyal beli di area jenuh jual dan menjual jika ada sinyal jual di area jenuh beli. Se-sederhana itu. Tidak heran bahwa Stochastic Oscillator sangat populer di kalangan pebisnis saham.

Trackbacks

  1. […] dua artikel yang membahas tentang Stochastic Oscillator yakni Mengenal Stochastic Oscillator  dan Bagaimana Cara Menggunakan Stochastic Oscillator. Dalam artikel ketiga ini kita akan membahas satu per satu dari empat sinyal yang ada dalam […]