Seri Indikator Analisis Teknikal: Trading Menggunakan Moving Average (MA)

Sudah sangat lama, Seri Indikator Analisis Teknikal tidak terbit. Memang setelah tulisan terakhir, saya bingung mau menulis apalagi. Itu karena memang semua Indikator TA yang saya gunakan telah ditulis. Kemudian, belakangan saya menyadari bahwa saya bisa juga menulis tentang indikator yang tidak saya gunakan sehari-hari.

Tentunya indikator yang saya tahu cara memakainya. Harapannya dapat membantu para pembaca untuk menambah referensi cara penggunaan indikator analisis teknikal (TA) dalam trading. Syukur-syukur bisa jadi alat bantu untuk memperoleh hasil trading yang optimal.

Ok, mari kita mulai membahas bagaimana cara menggunakan Moving Average (MA) untuk trading saham. Untuk kali ini, kita akan membahas cara paling sederhana dalam menggunakan Moving Average (MA). Berikut aturannya:

  1. Beli ketika chart harga memotong ke atas garis Moving Average (MA)

  2. Jual ketika chart harga memotong ke bawah garis Moving Average (MA)

Cukup sederhana bukan. Namun jangan menganggap remeh kesederhanaannya. Jika disiplin, akan cukup efektif untuk menangguk keuntungan dari trading saham kita. Agar lebih memahami, mari kita menggunakan contoh chart berikut:

Cara Menggunakan Moving Average (MA)

Chart diatas adalah chart mingguan dari saham Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) dengan indikator MA5 (berwarna oranye). Tentu tidak harus menggunakan MA5. Anda boleh menggunakan indikator MA yang lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya MA20, MA30, MA50, dll.

Sesuai aturan yang telah disebutkan sebelumnya, maka dalam chart AISA diatas, ada 3 sinyal beli (lingkaran biru) dan 3 sinyal jual (lingkaran merah). Tentu pada kenyataanya, tidak akan dapat membeli dan menjual tepat di titik perpotongan chart saham dengan garis MA.

Namun untuk memudahkan, mari asumsikan kita melakukan aksi (baik beli dan jual) tepat pada perpotongan tersebut. Dapat dilihat bahwa strategi ini cukup menguntungkan. Memang keuntungan yang diperoleh akan bervariasi dari waktu ke waktu.

Seperti dalam chart diatas, tampak bahwa keuntungan yang diperoleh dari tiga kesempatan, berbeda-beda. Keuntungan yang paling besar diperoleh pada kotak hijau, kemudian kotak kuning, lalu yang paling sedikit pada kotak merah. Perlu dicatat, kebetulan aja contoh diatas kesemua transaksi menghasilkan keuntungan.

Pada kenyataannya, bisa juga strategi sederhana Moving Average (MA) ini ternyata menghasilkan kerugian. Ini jika sinyal jual ternyata muncul pada harga lebih rendah dari sinyal beli. Ini sering kejadian jika tren besarnya adalah tren turun (Bearish).

Jadi, strategi ini akan sangat efektif jika hanya digunakan dalam tren naik (Bullish) saja. Jadi pelajari juga cara untuk mendeteksi tren — terutama tren besar dari pergerakan sebuah saham. Dengan demikian, semoga dapat memperoleh hasil optimal dari menggunakan strategi sederhana Moving Average (MA) ini.