Seri Indikator Analisis Teknikal: Trading Menggunakan Moving Average (MA), Cara Lain

Sebelumnya, telah pernah dibahas mengenai Moving Average (MA). Tepatnya bagaimana cara paling sederhana dalam menggunakan Moving Average (MA). Bagaimana bisa trading hanya dengan menggunakan sebuah Moving Average (MA). Yup, cukup sebuah Moving Average (MA). Sederhana banget bukan?

Kesederhanaan memang menjadi kekuatan dari Moving Average (MA). Sederhana sehingga mudah dipelajari dan diterapkan. Namun, terlalu sederhana juga bisa menjadi kelemahan. Kelemahannya adalah seringnya ada sinyal palsu (fake signal). Jadinya, ketika kita beli, eh malah turun. Ketika kita jual, eh malah naik. Bingung kan tuh.

Cara Menggunakan Moving Average (MA)

Nah, untuk menutupi kelemahan tersebut, mari kita bahas mengenai cara lain untuk menggunakan Moving Average (MA). Caranya adalah mengkombinasikan dua Moving Average (MA) yang berbeda jangka waktu (time frame). Kesederhanaannya memang menjadi berkurang namun ketepatannya meningkat dengan drastis.

Keuntungan dari peningkatan ketepatan, penurunan tingkat kesederhanaan menjadi tidak terlalu penting. Toh, penurunan tingkat kesederhanaan cuma sedikit kok. Secara umum — jika dibandingkan dengan indikator Analisis Teknikal (TA) lainnya — masih cukup sederhana penggunaan dua Moving Average (MA) ini.

Aturan yang digunakan:

  1. Beli ketika Moving Average (MA) Jangka Pendek memotong keatas Moving Average (MA) Jangka Panjang

  2. Jual ketika Moving Average (MA) Jangka Pendek memotong ke bawah Moving Average (MA) Jangka Panjang

Yup, dalam hal ini kita memanfaatkan perpotongan antara Moving Average (MA) jangka pendek dengan Moving Average (MA) jangka panjang. Masih cukup sederhana bukan? Untuk lebih memahaminya, mari perhatikan gambar berikut:

Perpotongan Dua Moving Average (MA)

Chart diatas adalah chart harian saham Bank Mandiri (BMRI) dengan dua indikator Moving Average (MA). MA 7 (ungu) dan MA 14(biru). Tentu tidak harus menggunakan MA 7 dan MA 14. Bebas memilih jangka waktu (time frame) kedua MA asal jangka waktunya tidak sama. Harus ada yang mewakili jangka pendek dan jangka panjang. Disesuaikan saja dengan kebutuhan.

Berdasarkan aturan yang telah disebutkan sebelumnya, telah terbentuk tiga pasang sinyal pada chart BMRI diatas. Tiga sinyal beli (bulatan biru) dan tiga sinyal jual (bulatan merah). Sengaja dipilih sinyal yang berpasangan agar lebih kelihatan bagaimana proses menggunakan perpotongan dua Moving Average (MA) ini.

Memang sih, seperti juga dalam cara (lebih sederhana) sebelumnya. Dalam cara ini juga hampir mustahil kita dapat melakukan transaksi — entah itu beli atau jual — tepat pada garis perpotongan. Yang paling realistis adalah transaksi setelah terjadinya perpotongan. Jadi analisa yang dilakukan dalam artikel ini menggunakan asumsi.

Kita asumsikan bahwa untuk membeli dan menjual dapat tepat dilakukan pada perpotongan dua Moving Average (MA) — MA7 dan MA 14 dalam hal ini.  Ini akan mempermudah kita untuk memahami bagaimana cara trading dengan menggunakan perpotongan dua Moving Average (MA). Perpotongan MA jangka pendek dan MA jangka panjang.

Dapat kita lihat pada chart bahwa kita menikmati keuntungan (profit) dengan tingkat yang berbeda-beda pada pasangan sinyal yang berbeda. Pada kotak merah, harga beli dan harga jual hampir  sama. Jadi  tidak ada keuntungan  yang dinikmati. Malah rugi karena harus membayar fee transaksi. Sekarang mari lihat kotak hijau.

Ini yang kita harapkan. Keuntungan  yang didapat cukup signifikan dalam hal ini. Bahkan keuntungan masih tetap signifikan, sekalipun kita memakai kondisi nyata — bertransaksi setelah terjadi perpotongan. Terakhir, mari lihat kotak coklat. Dalam hal ini, keuntungan yang didapat cukup tipis. Tapi ya lumayanlah, masih tetap untung.

Tentu, seperti juga cara sebelumnnya. Cara ini juga memungkinkan untuk kita menderita kerugian yang signifikan. Ini terjadi ketika ternyata harga pada saat sinyal beli (MA 7 memotong ke atas MA 14) muncul, jauh lebih tinggi daripada harga pada saat sinyal jual (MA 7 memotong ke bawah MA 14). Ini biasanya terjadi dalam tren turun (Bearish) yang sangat kuat.

Jadi, walau cara trading menggunakan perpotongan dua Moving Average (MA) ini lebih akurat dibandingkan hanya dengan menggunakan satu Moving Average (MA), tetap saja penting untuk mendeteksi tren yang sedang terjadi pada pergerakan sebuah saham. Terutama tren besarnya. Cara ini akan sangat efektif pada tren naik (Bullish).

OK, kita sudahi pembahasan  bagaimana cara lain menggunakan Moving Average (MA) untuk trading. Kita telah mengkombinasikan dua Moving Average (MA) yang memiliki jangka waktu (time frame) berbeda dalam hal ini. Memanfaatkan titik-titik perpotongan antara kedua Moving Average (MA).

Semoga artikel ini dapat membantu memahami cara penggunaan Moving Averge (MA) lebih jauh untuk trading. Memahami bagaimana cara menggunakan dua Moving Average (MA). Semoga pada gilirannya dapat  membantu untuk memperoleh hasil trading  yang lebih optimal.