Mengapa Trading Jangka Panjang Cenderung Lebih Tepat?

Sebagaimana kita ketahui bersama, alat utama para trader saham adalah Analisa Teknikal (TA). Analisa Teknikal (TA) digunakan untuk mengetahui arah tren dan juga titik beli/jual. Dapat dikatakan transaksi sangat tergantung pada sinyal-sinyal yang diperoleh dari berbagai indikator Analisa Teknikal (TA).

Nah, Analisa Teknikal (TA) ini sendiri pada prinsipnya bekerja berdasarkan data transaksi pada periode waktu tertentu. Intinya mengolah data-data transaksi (dari jangka waktu tertentu) untuk menemukan pola berulang yang terjadi. Kemudian dicari korelasi dari pola berulang tersebut dengan arah pergerakan harga.

Jika anda senang dengan matematika, maka hal ini harusnya sudah familiar. Yup, Analisa Teknikal (TA) tidak lain, tidak bukan merupakan ilmu terapan dari prinsip statistika. Dalam hal ini data menjadi kuncinya. Tingkat ketepatan akan semakin tinggi jika jumlah data yang digunakan semakin besar.

Nah, dari sini seharusnya sudah dapat diambil kesimpulan mengapa dianjurkan untuk trading jangka panjang. Mengapa banyak para guru trading mengatakan lebih mudah trading jangka panjang dibandingkan trading jangka pendek. Yup, betul, karena jumlah data yang digunakan.

Trading Janka panjang lebih tepat

Dapat dikatakan bahwa panjangnya jangka waktu berbanding lurus dengan banyaknya data yang tersedia. Semakin panjang jangka waktu trading yang digunakan, maka sudah pasti semakin banyak data yang diolah. Sebaliknya, semakin pendek jangka waktu trading yang digunakan, semakin sedikit data yang diolah.

Dan seperti sudah disinggung. Tingkat ketepatan sinyal indikator Analisa Teknikal (TA) berbanding lurus dengan jumlah data. Semakin banyak data yang digunakan maka semakin tepat. Sebaliknya, semakin sedikit data yang digunakan, semakin tidak tepat. Jadi, jika ingin lebih tepat, mau tak mau, jangka waktu trading harus lebih panjang.

Jadi, sudah tidak perlu diherankan jika disebutkan bahwa trading jangka panjang punya kecendrungan lebih berhasil dibanding trading jangka pendek bukan? Intinya karena perbedaan jumlah data, indikator Analisa Teknikal (TA) akan punya tingkat ketepatan lebih tinggi pada trading jangka panjang.