Cara Lain Menggunakan Line Chart (Grafik Garis)

Sebelumnya, telah dibahas bagaimana cara terbaik untuk menggunakan Line Chart (Grafik Garis). Cara terbaik adalah menggunakannya untuk mendeteksi tren jangka panjang. Tidak disarankan untuk mendeteksi tren jangka pendek karena seringnya menipu. Dianggap sudah dalam tren naik, ternyata masih dalam tren turun. Dan sebaliknya.

Namun, Line Chart (Grafik Garis) bukannya tidak bisa digunakan untuk mendeteksi tren jangka pendek sama sekali. Tetap bisa kita gunakan untuk mendeteksi tren jangka pendek. Tapi dengan sebuah syarat. Penggunaannya harus sesuai dengan prinsip top-down (dari atas ke bawah).

Line Chart

“Top-Down” berarti kita melihat dulu dalam sudut yang lebih luas baru kemudian melihat dalam sudut yang lebih sempit. Dalam hal ini, gunakan Line Chart (Grafik Garis) untuk mendeteksi tren jangka yang lebih panjang terlebih dahulu. Baru kemudian menggunakannya untuk mendeteksi tren jangka pendek.

Dengan cara ini, Line Chart (Grafik Garis) akan lebih tepat dalam mendeteksi tren jangka pendek. Kita tidak akan tertipu lagi seperti yang digambarkan dalam artikel cara penggunaan Line Chart (Grafik Garis). Dapat kita katakan bahwa ini adalah cara lain untuk menggunakan Chart Line (Grafik Garis).

Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan gambar berikut:

Line Chart (Grafik Garis) Mingguan

Line Chart (Grafik Garis) Mingguan

Diatas adalah gambar Line Chart (Grafik Garis) Mingguan. Dapat kita lihat, secara mingguan sedang terjadi tren naik (Bullish). Terlihat dari grafik yang menaik (panah hijau). Sekarang mari kita perpendek jangka waktunya menjadi harian:

Line Chart (Grafik Garis) Harian

Line Chart (Grafik Garis) Harian

Gambar diatas adalah Chart Line (Grafik Garis) harian. Tampak sekarang ada dua tren yang terjadi, tren turun (Bearish) dan kemudian, tren naik (Bullish). Tren turun ditunjukkan garis merah. Tren naik ditunjukkan garis hijau. Dalah hal ini. Jika kita tidak tahu tren jangka yang lebih panjang (mingguan), tentu deg-degan pada garis merah tersebut.

Jika sebelumnya dah punya saham (karena tren sebelumnnya tren naik), tentu kita akan buru-buru menjual saham tersebut. Kan dalam tren turun. Eh, ternyata setelah menjual malah kemudian naik lagi. Terjadilah penyesalan. Nah, ini tidak akan terjadi kalau kita tahu tren mingguannya.

Kita akan tenang-tenang saja ketika dalam harian terjadi tren turun. Itu karena kita tahu, secara mingguan trennya masih naik. Jadi penurunan yang terjadi dalam harian hanya koreksi sementara saja. Justru ini adalah kesempatan untuk membeli. Alih-alih  panik, kita malah melakukan pembelian.

Tentu pembelian yang dilakukan tidak asal-asalan. Kita melakukan pembelian pada titik-titik dimana ada sinyal akan terjadi pembalikan arah. Titik-titik ini bisa banyak, tapi bisa juga cuma satu. Nah, ketika kemudian tren harian ternyata benar kembali naik, kitapun tinggal menikmati keuntungan yang berlipat.

Kesimpulan

Dalam hal ini,  kita mengutilisasi Line Chart (Grafik Garis) jangka panjang kemudian Line Chart (Grafik Garis) jangka pendek. Line Chart (Grafik Garis) jangka pendek dapat kita gunakan untuk menentukan titik beli secara harian. Tentu pembelian tersebut kita lakukan mengecek Line Chart (Grafik Garis) jangka panjang dan mengindikasikan sedang terjadi tren naik (Bullish).