Seri Indikator Analisis Teknikal: Candlestick, Membaca Kondisi Peperangan

Seperti yang pernah saya sebutkan beberapa kali dalam artikel-artikel di sekolah saham ini bahwa bursa saham adalah arena perperangan antar para pemodal. Perang yang terjadi antara pemodal yang menginginkan harga turun dan pemodal yang menginginkan harga naik – antara bullish dan bearish. Nah, menurut hemat saya yang kita perlukan adalah bagaimana untuk mengetahui pihak mana yang sedang di atas angin dan sebaliknya.

Akan sangat berguna jika dapat mengetahuinya karena dapat menolong kita untuk mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Ketika kita tahu bahwa pihak bullish yang sedang menang maka kita dapat melakukan strategi “let profit run”. Dilain sisi, ketika pihak bearish yang menang kita dapat melakukan strategi “cut loss yang ketat”. Nah, kelihatan bukan betapa pentingnya untuk dapat membaca kondisi peperangan antar pemodal yang sedang terjadi?

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita dapat membaca kondisi peperangan terkini dengan cepat dan nyaman? Jawabannya adalah dengan menggunakan Candlestick. Yup, Candlestick dapat memberikan informasi pihak mana yang sedang di atas angin dalam rentang waktu (periode) tertentu secara cepat dan mudah. Untuk tahap awal, mari kita gunakan bentuk dasar dari Candlestick. Seperti yang sudah kita ketahui ada dua bentuk dasar Candlestick – batang (body) berwarna putih dan batang (body) berwarna hitam.

Sebelum lebih jauh, mari kita asumsikan hal penting terlebih dahulu. Mari kita asumsikan bahwa peperangan yang terjadi dalam bursa saham adalah peperangan antara dua Jendral besar. Peperangan antara Jendral Bullish dan Jendral Bearish. Tentu saja masing-masing Jendral mempunyai pasukan yang sangat kuat sehingga pertempuran yang terjadi akan sangat menarik – penuh adu strategi dan nyali.

Kembali ke Candlestick sebagai alat untuk membaca kondisi peperangan yang sedang terjadi. Secara sederhana, dapat kita katakan bahwa Candlestick dengan batang putih menggambarkan hasil yang dicapai oleh Jendral Bullish beserta pasukannnya. Dilain pihak, Candlestick dengan batang hitam menggambarkan hasil yang dicapai oleh Jendral Bearish beserta pasukannya. Jadi pada dasarnya kita tinggal melihat Candlestick mana yang sedang mendominasi.

Candlestick, Jendral Bullish vs Jendral Bearish

Jika yang mendominasi adalah Candlestick berbatang putih maka dapat dikatakan bahwa pasukan Jendral Bullish sedang di atas angin dan sebaliknya, jika Candlestick berbatang hitam yang mendominasi, maka pasukan Jendral Bearish lah yang sedang di atas angin. Kita sebagai pemain kecil sebaiknya menjadi prajurit yang opurtunis – hanya memihak kepada Jendral yang sedang menang. Dengan begini maka kita dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian.

Tentu cara membaca kondisi peperangan dengan menggunakan Candlestick tidak sesederhana ini karena pada akhirnya bentuk Candlestick akan sangat bervariasi jika dibandingkan dengan bentuk dasarnya. Yup, tidak sesederhana dua bentuk dasar yang sudah kita pelajari. Kita akan bahas di artikel lainnya bagaimana cara untuk membaca kondisi peperangan yang terjadi dalam periode waktu tertentu dengan memanfaatkan variasi bentuk dari Candlestick.

Trackbacks

  1. […] yang telah disinggung dalam artikel Candlestick, Membaca Kondisi Peperangan, Candlestick dapat digunakan untuk mengetahui kondisi peperangan dalam periode waktu tertentu. Kita […]