Analisis Teknikal, Sedikit Sejarahnya

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya bahwa Analisis Teknikal (TA) dapat memberi jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan penting dalam berbisnis saham – yah, walau jawaban itu bukan dengan akurasi 100% tapi tetap dapat memberi keuntungan selama dikombinasikan dengan manajemen uang (money management) yang tepat. Oleh sebab itu, pada artikel kali ini, saya coba untuk membahas mengenai analisis teknikal lebih jauh lagi.

Diharapkan, semakin mengenal analisis teknikal (TA) maka semakin dapat membantu para pebisnis saham untuk meraih keuntungan dari pasar saham. Diharapkan para pebisnis saham dapat menghindari kesalahan terbesar dalam berbisnis saham yakni “membeli ketika harga akan turun dan menjual ketika harga akan naik”. Dengan menggunakan analisis teknikal diharapkan para pebisnis saham dapat mengetahui probabilitas apakah harga saham akan naik atau turun sehingga terhindar dari kerugian.

Perlu diketahui bahwa analisis teknikal (TA) mempunyai sejarah yang sangat panjang – dimulai dari 1000 tahun yang lalu dimana ahli-ahli menganalisa pasar keuangan jaman dulu. Bukti tertua dari analisis teknkikal adalah catatan-catatan Joseph De La Vega ketika dia menganalisa pasar keuangan Belanda di abad ke 17. Di Asia, bukti tertua diwakili oleh analisis Candlestick dari Jepang. Analisis Candlestick diciptakan oleh Homma Munehisa pada awal abad ke 18.

Sejarah Analisis Teknikal (TA)

Untuk jaman modern, Charles Dow lah yang dikenal sebagai bapak analisis teknikal (TA). Charles Dow menciptakan sebuah teori analisis teknikal yang sangat bepengaruh sampai sekarang. Teori inilah yang menjadi dasar bagi berbagai macam analisis teknikal di jaman sekarang ini. Teori ini dikenal sebagai Teori Dow (Dow Theory). Teori ini memicu perkembangan yang sangat cepat dari analisis teknikal sejak akhir abad ke 19.

Pada abad ke 20, Ralph Nelson Elliot dan William Delbert Gann menciptakan sebuah metode baru untuk analisa teknikal. Metode ini diciptakan berdasarkan Teori Dow dan dikenal sebagai Elliot Wave. Setelah itu, berbagai metode analisis teknikal diciptakan namun tetap berlandaskan pada Teori Dow. Dan di jaman ini, telah tersedia begitu banyak metode analisis teknikal yang dapat kita gunakan untuk meraih keuntungan yang maksimum dari pasar saham.

Tetapi perlu diingat bahwa analisis teknikal (TA) bukanlah sebuah metode yang sempurna. Analisis teknikal tidak dapat memberi kepastian 100%. Jadi perlu ditekankan kembali bahwa analisis teknikal hanyalah sebuah alat bantu yang dapat meningkatkan probabilitas keuntungan dari bisnis saham. Banyak yang mengatakan bahwa analisis teknikal dapat menawarkan keakuratan sampai 70%. Jadi masih tersisa 30% ruang bahwa analisis teknikal memberikan jawaban yang salah.

Mungkin inilah sebabnya mengapa orang berpendapat bahwa hal mustahil untuk memprediksi pasar saham. Yup, mereka benar, pasar saham tidak bisa diprediksi dengan keakuratan 100%. Tetapi seperti yang saya singgung sebelumnya, dengan keakuratan 70% sudah lebih dari cukup selama kita kombinasikan dengan manajemen uang yang tepat. Jadi, walau tidak memberikan keakuratan 100%, tetap sangat penting untuk menguasai analisis teknikal (TA)