Mahal Atau Murah Itu Relatif

Sebagai pembuka, mari kita perhatikan data harga terakhir dua saham dari sektor telekomunikasi — saham PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Excelcomindo Pratama (EXCL) pada penutupan pasar jumat, 15 Juni 2013:

  • TLKM: 10.550 rupiah/lembar
  • EXCL: 4.400 rupiah/lembar

Jika melihat data harga di atas, maka sebagian besar orang akan berpendapat bahwa harga saham PT Telkom Indonesia (TLKM) lebih mahal dari harga saham PT Excelcomindo Pratama (EXCL). Iya, secara kasat mata memang 10.550 rupiah lebih besar daripada 4.400 rupiah. Apakah pendapat kebanyakan ini benar?

Ternyata jika kita berbicara tentang harga saham maka pendapat di atas belum tentu benar. Kita harus menelisik lebih jauh lagi dari berbagai faktor apakah harga tersebut dapat dikatakan murah atau mahal. Kita harus membedah harga saham menggunakan ilmu analisis fundamental (FA) untuk mengetahui mana harga saham yang mahal dan mana yang murah.

Analisis fundamental menawarkan beberapa cara untuk mengetahui apakah harga suatu saham itu mahal atau murah. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan nilai PER (Price Earning Ratio/Rasio Harga Terhadap Pendapatan). Cara ini adalah favorit saya karena sangat sederhana dan mudah menggunakannya untuk menganalisa apakah harga saham itu murah atau mahal.

Untuk lebih memahaminya, mari kita kembali ke contoh sebelumnya, yakni harga saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Excelcomindo Pratama (EXCL). Mari kita cari tahu manakah sebenarnya saham yang lebih murah dan mana yang lebih mahal. Untuk itu mari perhatikan data PER kedua saham yang saya ambil dari web ipotnews.com:

Nilai Fundamental Saham

Dapat kita lihat bahwa PER saham PT Telkom Indonesia adalah 15.40 kali dan PER saham PT Excelcomindo Pratama adalah 37.63 kali. Apakah yang digambarkan oleh data PER ini? Sebelum menjawabnya, mari kita lihat kutipan mengenai PER yang pernah dituliskan dalam artikel yang lalu:

Semakin rendah nilai PER semakin bagus buat kita karena itu berarti harga saham tersebut masih murah. Ini berarti tingkat pengembalian investasi akan lebih tinggi. Dengan kata lain, PER dapat memberitahukan apakah harga saham itu murah (undervalued), normal (fairvalued), atau mahal (overvalued).

Nah, terjawab sudah bahwa walau secara kasat mata harga saham PT Telkom Indonesia kelihatan lebih mahal dari saham PT Excelcomindo Pratama, tapi jika ditelisik lebih jauh maka ternyata harga saham PT Telkom Indonesia lebih murah daripada harga saham PT Excelcomindo Pratama. Dapat dilihat dari nilai PER PT Telkom Indonesia yang lebih kecil dari PT Excelcomindo Pratama.

Jadi sudah jelas bukan kenapa dikatakan bahwa murah dan mahal itu relatif berkaitan dengan harga saham?

Comments

  1. Mau tanya dong apa itu ga salah harga TLKM koq 10.550? bukankah pada 14 dan 17 Juni 2013 harganya 2100an?

    • danalingga says:

      Ini harga sebelum stock split. Kalo tidak salah stock splitnya 1:10. Makanya harga jadi 2000 gitu.

  2. Kl dari sudut pandang PBV, lebih murah EXCL drpd TLKM Pak. Kok bs ya hasil P/E & PBVnya beda? Jd kita lebih baik menggunakan P/E atau PBV & kenapa Pak?

    Trims.

    • Itu membuktikan bahwa mahal dan murah itu memang relatif. Pake PBV dan PER hasilnya beda. Memang bisa beda karena dasar perhitungannya berbeda. Kalo PBV lebih ke nilai perusahaan sedangkan PER lebih ke pendapatan (laba) perusahaan. Kalo ditanya mana lebih baik? Ya relatif. Tergantung masing2 saja.

      Kalo saya sendiri lebih senang memakai PER karena menurut saya pendapatan adalah yang lebih menggambarkan situasi perusahaan.